Breaking News:

Harga Pakan Bergerak Naik, Peternak Mintak Pemerintah Bersikap

Para peternak ayam pedaging maupun petelur yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar mengeluhkan naiknya harga pakan mencapai Rp 40.000

SERAMBI/HERIANTO
Pedagang pakan ternak, di Lambaro, sedang menunggu pembel, Selasa (26/1/2021). Penjualan pakan turun 30 persen akibat kenaikan harga. 

BANDA ACEH - Para peternak ayam pedaging maupun petelur yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar mengeluhkan naiknya harga pakan mencapai Rp 40.000-Rp 50.000/sak. Karenanya mereka meminta pemerintah bersikap atau kenaikan harga pakan tersebut, sementara harga ayam cenderung menurun.

Ibnu, pedagang pakan ternak di  Lambaro, Aceh Besar, kepada Serambi, Selasa (26/1/2021) mengatakan, kenaikan harga pakan sudah berlangsung sejak November 2020. Besaran kenaikannya setiap bulan  sekitar Rp 7.000-Rp 10.000 per sak. “Total kenaikan sampai bulan Januari  2021 ini, antara Rp 40.000-Rp 50.000 per sak,” terangnya.

Dijelaskan, untuk pakan ternak ayam pedaging dengan kode 324/524  harga pada bulan Oktober 2020 masih berkisar Rp 300.000 per sak (50 kg). Namun pada Januari ini harga itu sudah melonjak signifikan mencapai Rp 340.000-Rp 350.000/kg.

Begitu juga dengan pakan untuk ayam petelur dengan kode 511, harganya kini mencapai Rp 425.000/sak. Sedangkan harga pada bulan Oktober 2020 masih berkisar Rp 380.000/sak.

Akibat meningkatnya harga pakan ternak ayam petelur dan pedaging itu, kata Ibnu, omzetnya turun sebesar 30 persen. Penurunan omzet itu disebabkan banyak peternak ayam lokal sudah tidak lagi melanjutkan kegiatan usahanya, karena tak sanggup lagi membeli pakan yang harganya terus meningkat. Sementara harga jual ayam saat ini sedang menurun.

Untuk diketahui, harga ayam pedaging saat ini mengalami penurunan dari Rp 50.000 per ekor, menjadi Rp 45.000-Rp 48.000/ekor. Sedangkan harga telur secara eceran turun dari Rp 48.000/lempeng menjadi Rp 45.000/lempeng (30 butir) dan satu ikat turun dari 450.000/ikat menjadi  Rp 430.000 (300 butir).

Kepala Dinas Peternakan Aceh, Rahmandi mengatakan, sejumlah peternak minta pemerintah mengendalikan kenaikan harga pakan tersebut. Usulan para peternak, sudah kita sampaikan kepada Menteri Pertanian sejak Desember 2020 lalu.

Peternak yang tidak melakukan kerja sama dengan produsen pakan ternak, kenaikan harga itu menambah biaya produksi. Biaya produksi meningkat, sementara hasil penjualan ayam dan telur sedang turun.

Kadis Peternakan Aceh, Rahmandi menambahkan, kenaikan harga pakan ternak di Indonesia, dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku pakan, seperti bungkil kacang kedelai.

Harga bungkil kacang kuning itu, katanya, sudah meningkat. “Kalau harga kacang kunig saja sekarang ini Rp 8.500-Rp 9.700/Kg, harga bungkilnya pasti akan naik,” ujarnya.

Kecuali itu, harga tepung ikan juga sudah naik. Sejak Desember 2020 hingga Januari 2021 ini, produksi ikan nelayan sedang turun dan harga segara juga sedang naik. Saat banyak ikan, harganya jatuh menjadi Rp 12.000-Rp 7.000/kg. Sekarang  sedang musim paceklik ikan laut, sehingga harganya ikut naik.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved