Breaking News:

Internasional

AS Tunda Penjualan Senjata Canggih Diprakarsai Donald Trump, Baik ke UEA Maupun Arab Saudi

Presiden AS Joe Biden telah menunda sementara waktu penjualan senjata canggih ke asing yang diprakarsai oleh mantan Presiden Donald Trump.

Editor: M Nur Pakar
AP
Seorang pilot dan kru jet tempur F-35 sedang mempersiapkan misi di Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab pada 5 Agustus 2019. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS Joe Biden telah menunda sementara waktu penjualan senjata canggih ke asing yang diprakarsai oleh mantan Presiden Donald Trump.

Para pejabat mengatakan kesepakatan yang dijeda adalah transfer pesawat siluman F-35 senilai 23 miliar dolar AS ke Uni Emirat Arab (UEA).

Penjualan itu dan beberapa pembelian besar-besaran persenjataan AS lainnya oleh negara-negara Teluk Arab telah dikritik keras oleh Demokrat di Kongres.

Dilansir AP, Rabu (27/1/2021), pejabat tidak mengidentifikasi penjualan lain yang telah dihentikan sementara.

Pemerintah baru AS sedang meninjau penjualan, tetapi belum membuat keputusan.

"Apakah akan benar-benar lolos,"kata Departemen Luar Negeri.

Disebutkan, jeda itu tindakan administratif rutin yang dilakukan oleh sebagian besar administrasi yang masuk dengan penjualan senjata skala besar.

Baca juga: Senator AS Berusaha Hentikan Penjualan Senjata Trump ke UEA

"Departemen untuk sementara waktu menghentikan implementasi dari beberapa transfer penjualan pertahanan AS yang tertunda di bawah Penjualan Militer Asing dan Penjualan Komersial Langsung," kata departemen itu.

"Itu untuk memberi kesempatan kepada pemerintah baru untuk meninjau kembali," kata departemen itu.

"Ini adalah tindakan administratif rutin yang khas untuk sebagian besar transisi dan menunjukkan komitmen Administrasi terhadap transparansi dan tata kelola yang baik," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved