Breaking News:

Aminullah Dukung Simposium Nasional Ekonomi Syariah yang Digelar ISYEF

Wali Kota Banda Aceh yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh, H Aminullah Usman SE.Ak MM, menyatakan dukungannya

FOTO HUMAS PEMKO BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh yang juga Ketua MES Aceh, Aminullah Usman, foto bersama Ketua ISYEF Aceh, M Fauzan Febriansyah, Kamis (28/1/2021), seusai melakukan pertemuan di Balai Kota. 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh, H Aminullah Usman SE.Ak MM, menyatakan dukungannya kepada Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) Aceh yang akan menggelar Simposium Nasional yang mengusung tema “Mendorong Kebangkitan Ekonomi Ummat: Peluang dan Tantangan Implementasi Qanun No. 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah di Aceh”.

Dukungan tersebut disampaikan Aminullah dalam pertemuan dengan Ketua ISYEF Aceh, M Fauzan Febriansyah dan jajaran pengurus, Kamis (28/1/2021), di Balai Kota. Turut mendampingi wali kota, Plt Asisten II T Samsuar dan Kabag Prokopim Setdakota Said Fauzan.

Kegiatan yang akan digelar di Aceh Tengah 8 Februari nanti, Aminullah dijadwalkan akan tampil sebagai penanggap pada Simposium Nasional tersebut. Sementara, Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi dan Menteri BUMN Eric Tohir akan tampil sebagai panelis.

Dihadirkan juga Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Ketua Kadin Pusat Rosan Perkasa Roelani dan Komisaris Bank Syariah Indonesia Muh Arief Rosyid Hasan. Ustaz Abdul Somad, Nasir Djamil, Haizir Sulaiman, Fadhil Rahmi hingga Hendra Budian juga dijadwalkan akan mengisi Simposium Nasional ini di sesi kedua.

Aminullah sendiri mengaku sangat senang dan mengapresiasi ISYEF Aceh yang telah berinisiatif menggelar kegiatan besar tersebut. Dikatakan Ketum MES Aceh ini, kegiatan tersebut perlu di dukung karena sangat penting dalam rangka menyamakan persepsi seluruh elemen terhadap implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh.

“Implementasi Qanun LKS harus didukung semua elemen, termasuk dari kalangan muda. Saya sampaikan apresiasi kepada ISYEF. Simposium ini akan menjadi sarana menyamakan persepsi kita akan sistem ekonomi Islam yang harus berjalan di Aceh,” kata Aminullah.

Aminullah melihat, sejak syariat Islam berjalan di Aceh pada tahun 2002 hanya sektor ibadah dan aqidah yang lebih menonjol implementasinya, sementara sektor muamalah kurang mendapat perhatian. Padahal penerapan syariat Islam secara menyeluruh harus menyentuh semua sektor, termasuk sektor muamalah seperti sistem ekonomi Islam.

Sementara itu, Ketua ISYEF Aceh, M Fauzan Febriansyah mengatakan Simposium Nasional yang digelar pihaknya merupakan hybird seminar yang akan menghubungkan para stakeholder, agamawan, pelaku usaha, lintas profesi, influencer dan para intelektual muda terbaik bangsa dari seluruh Indonesia. “Simposium ini bertujuan membahas terkait peluang dan potensi pembangunan ekonomi berbasis syariah dalam ruang lingkup nasional bahkan globlal,” ujar Fauzan.

Ditambahkan, dengan mengusungtema “Mendorong Kebangkitan  Ekonomi Ummat: Peluang dan Tantangan Implementasi Qanun No. 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah di Aceh” kegiatan ini diharapkan dapat mengumpulkan solusi dan menjadi acuan bagi stakeholder yang berwenang dalam menghadapi hambatan dan menjawab tantangan keuangan syariah.(hba/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved