Breaking News:

Polres Pidie Bekuk Spesialis Curas

Jajaran Reskrim Polres Pidie berhasil membekuk tiga warga asal Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang merupakan komplotan spesialisasi pencurian

Serambi Indonesia
Kepolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian, SI, MH (tengah), didampingi Waka Polres, Kompol Dedy Darwinsyah, SE, MM (kiri), dan Kasat Reskrim, AKP Ferdian Chandra, SSos, MH memberi penjelasan tentang penangkapan terhadap tiga spesialisasi curas dalam konferensi pers di Mapolres, Kamis (28/1/2020). 

SIGLI - Jajaran Reskrim Polres Pidie berhasil membekuk tiga warga asal Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang merupakan komplotan spesialisasi pencurian dengan kekerasan (Curas) terhadap nasabah bank di Pidie. Ketiga pelaku curas tersebut diamankan di Polres setempat, Kamis (28/1/2021).

Mereka adalah Asep Mulyadi bin Mulyadi (48) dan Muhammad Bin Rusydi Bin Arsyad (41) asal Seberang Ulu, Kota Palembang, Sumsel. Lalu Idris Halim Bin H Halim Adam (47) asal Kecamatan Agung, Kabupaten Oki, Sumsel.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SI MH didampingi Waka Polres, Kompol Dedy Darwinsyah SE MM bersama Kasat Reskrim AKP Ferdian Chandra SSos MH kepada Serambi, Kamis (28/1/2020) mengatakan, pelaku curas asal Palembang ini dibekuk pada Selasa (26/1/2021) di warung nasi ayam peyet Cindelaras, Jalan Sisingamaraja, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara, sekira pukul 13.00 WIB.

Ketiga pelaku curas ini mencuri uang nasabah BRI Cabang Sigli atas nama Kamaruddin SP Bin Musa, petani asal Gampong Cot Paloh, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, pada Jumat (22/1/2021) sekira 14.15 WIB di samping Showroom Mobil Indra Jaya, Gampong Cot Tengoh, Kota Sigli.

"Komplotan ini menggasak uang tunai Rp 150 juta dalam mobil pikap jenis Mitsubishi L-300 BL 8442 PI, yang merupakan hasil penjualan tanah pada jalan tol," sebut Zulhir Destrian.

Berdasarkan bukti CCTV serta sidik jari, tim penyidik lalu melakukan pengembangan dan dalam rentang waktu empat hari mereka berhasil dibekuk saat makan siang di warung nasi ayam peyet Cindelaras.

"Saat dibekuk, tiga spesialis ini tak berkutik dan sepeda motor jenis Yamaha NMAX BM 6180 AAM hasil dari uang curian langsung diangkut ke Mapolres Pidie," katanya lagi.

Zulhir Destrian merincikan, dari Rp 150 juta uang curian yang dibawa kabur, Rp 40 juta di antaranya telah dibelanjakan pelaku untuk membeli sepmor NMAX Rp 23 juta. Selebihnya Rp 17 Juta digunakan untuk konsumsi pelaku selama perjalanan, sewa rumah, maupun kebutuhan lainnya. "Ada 17 barang bukti yang disita, termasuk uang sisa yang belum digunakan Rp 60 Juta," jelasnya.

Pada bagian lain, Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SI MH mengungkapkan bahwa komplotan spesialisasi pencurian dengan kekerasan itu masuk dalam residivis di negeri jiran, Malaysia. Mereka telah melakukan serangkaian kejahatan yang sama. Untuk itu, tim Polres Pidie saat ini tengah melakukan pengembangan di beberapa kabupaten/kota di Aceh.

"Ketiga spesialis curas ini dijerat Pasal 363 Ayat 1 ke-4 dan ke-5 KUHP dengan ancaman paling lama tujuh tahun penjara," demikian Zulhir Destrian.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved