Breaking News:

Salam

Selamat Menjadi Polisi yang Tegas dan Humanis

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo seusai dilantik jadi Kapolri, Rabu (271), menjanjikan ke depannya Polri akan bertindak tegas tapi tetap humanis

tangkap layar Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (27/1/2021) pukul 09.40 WIB. 

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo seusai dilantik jadi Kapolri, Rabu (271), menjanjikan ke depannya Polri akan bertindak tegas tapi tetap humanis dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. "Kami berangkat dari fit and proper, dan dari potret Polri di mata masyarakat serta apa yang menjadi harapan masyarakat terhadap Polri, tentunya bagaimana menampilkan Polri yang tegas namun humanis," katanya.

Sigit akan memastikan Polri bisa memberikan pelayanan secara transparan serta mampu menegakkan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat. "Bagaimana memberi pelayanan yang baik, bagaimana kita memberikan pelayanan secara transparan, dan bagaimana kita mampu memberikan penegakan hukum secara berkeadilan. Ini merupakan tugas kami ke depan," ungkap Listyo.

Kita sangat mengapresiasi tekad itu. Dan kita juga ingin mengucapkan selamat kepada Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang sudah dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Semoga Polri ke depan lebih maju dengan kinerja yang semakin baik di bawah kepemimpinan Kapolri baru ini.

Ada catatan penting tentang Polri di mata masyarakat. Ketika Polri akan berulang tahun ke-73 dua tahun lalu, ada banyak masukan kepada institusi Bhayangkara ini. Dr Edi Hasibuan SH MH, pakar Hukum dan Kepolisian Universitas Bhayangkara yang juga mantan anggota Kompolnas antara lain mengingatkan, bagi sebagian masyarakat, pelayanan Polri masih belum optimal. Kinerja Polri dinilai belum maksimal.

Masyarakat menginginkan pasukan baju coklat ini masih harus terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme. Masyarakat ingin kehadiran polisi harus cepat dan tepat saat dibutuhkan. Itu merupakan harapan ideal masyarakat terhadap Polri. Tentu ini harus menjadi masukan bagi seluruh jajaran Polri dalam melaksanakan tugasnya dan selalu hadir di tengah masyarakat.

Secara filosofi, harapan masyarakat di seluruh dunia terhadap polisi di mana saja adalah sama, yakni menginginkan polisi yang cepat dan tepat serta selalu benar. Polisi tidak boleh salah dan tindakannya harus sesuai aturan hukum. Bagi masyarakat, polisi harus seperti dewa dan tindakannya harus seperti malaikat. Polisi tidak boleh capek dan polisi harus melayani dan melindungi masyarakat di mana saja dalam wilayah negara itu tanpa mengenal waktu. Tidak hanya siang dan juga malam. Baik saat hujan maupun panas. Saat masyarakat senang, polisi hadir dan saat musibah polisi muncul. Sungguh tugas yang berat.

Kemudian, kita sepakat bahwa ke depan ini tugas Polri semakin berat. Masalah pemberantasan terorisme, narkoba, konflik sosial, dan hoaks akan tetap akan mendominasi kasus-kasus yang harus ditangani pihak kepolisian.

Pengaruh hoaks begitu dahsyat dan sering mengganggu keamanan bangsa. Hoaks bisa mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. “Demi Indonesia yang damai, demi rakyat yang aman, hoaks harus dihentikan dan pelakunya harus diproses. Polisi sesuai harapan masyrakat memang harus tegas dan adil demi melindungi rakyatnya.”

Di sisi lain, masyarakat kini semakin kritis. Publik kini tak takut bicara jika melihat polisi salah. Apalagi dengan hadirnya sekarang media sosial. Setiap orang punya ponsel dan bisa menyampaikan segala informasi yang ada sekitarnya secara cepat dan cepat pula diterima masyarakat lainnya di berbagai pelosok negeri. Artinya, kinerja polisi hari ini dan seterusnya semua secara transparan diawasi dan dipantau langsung masyarakat. Mau tidak mau, suka tidak suka, perkembangan teknologi sudah mengubah semua manusia dengan profesi apapun untuk bekerja, semakin baik.

Kinerja Polri pelan-pelan memang terus membaik. Seperti dikatakan Ketua Setara Institute, Hendardi, bahwa sejak 2017 Polri tidak lagi ditempatkan sebagai lembaga paling korup di Indonesia. Berdasarkan Survei Global Corruption Barometer (GCB), menunjukkan perbaikan kinerja di tubuh Polri semakin mendapat apresiasi dari masyarakat. Bahkan, tingkat kepuasan masyarakat juga berada pada di angka 70 persen ke atas.

Harapan kita, kepuasan masyarakat atas layanan Polri akan semakin membaik bahkan memuaskan masyarakat!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved