Breaking News:

CLBK Diduga Motif Perselingkuhan, Oknum PNS dan IRT yang Tertangkap Mesum

Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK) diduga melatarbelakangi perselingkuhan oknum PNS berinisial AG (48) warga salah satu gampong

FOR SERAMBINEWS.COM
Plt Kasatpol PP dan WH, Heru Triwijanarko SSTP MSi 

BANDA ACEH - Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK) diduga melatarbelakangi perselingkuhan oknum PNS berinisial AG (48) warga salah satu gampong di Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar dan AS (42) wanita bersuami asal Sabang, pada 15 Januari 2021 lalu.

Keduanya pernah satu sekolah di Kota Sabang. AG pindah ke Banda Aceh dan sudah bekeluarga. Begitu juga dengan AS, yang tinggal di Sabang dan sudah berkeluarga di sana.

Namun, pertemuan itu terjadi di sebuah reuni yang digagas para alumni yang berkumpul di satu grup WhatsApp dan berawal dari sanalah muncul niat keduanya menjalin hubungan terlarang. Keduanya saling bertukar nomor handphone hingga intens berkomunikasi di salah satu media sosial. Fakta tersebut diungkap Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko SSTP MSi, yang ditanyai Serambi, Jumat (29/1/2021).

Kini pasangan selingkuh tersebut masih dititipkan penahanannya di sel Kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. "Keluarga kedua belah pihak sudah kita informasi hal ini, sejak hari pertama keduanya diamankan oleh petugas," kata Heru.

Dari pengakuan keduanya, ungkap Heru, oknum AG dan AS sudah dua tahun menjalin hubungan terlarang dan mereka sering bertemu. Pertemuan itu sering terjadi saat AS, wanita bersuami itu berkesempatan ke Banda Aceh dengan tujuan untuk melihat anak perempuannya yang kuliah di salah satu universitas di Banda Aceh.

Di sela-sela menjenguk si buah hati, kesempatan itu pun dimanfaatkan untuk bertemu. "Sebelum kembali ke Sabang, mereka buat janji bertemu dan setiap pertemuan itu diakui ada perbuatan terlarang yang mereka lakukan," ungkap Heru.

Dasar penahanan keduanya, lanjut Heru, memenuhi unsur untuk ditahan. Fakta baru lainnya, lanjut mantan Camat Meuraxa ini, ternyata istri dari oknum AG, juga berstatus PNS.

Seperti diberitakan sebelumnya Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh, mengamankan pasangan mesum atau khalwat, saat melaksanakan patroli rutin, pada Kamis, 14 Januari 2021. Pelanggar syariat Islam itu berinisial AG (48) warga Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Sementara pasangan wanitanya, berinisial AS (45), seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Kota Sabang. Mereka ditangkap di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, pada saat keduanya sedang terbuai di dalam mobil Toyota Avanza milik AG.

Plt Kasatpol PP dan WH, Heru Triwijanarko SSTP MSi, mengatakan AG dan pasangan wanitanya AS, sama-sama sudah menikah. Artinya, mereka sudah punya keluarga masing-masing.

"Kalau AG, si prianya itu seorang PNS dan tinggal di Aceh Besar. Lalu, AS wanita yang menjadi pasangan selingkuhannya asal Sabang," pungkas Heru didampingi Kabid Penegakan Syariat Islam Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Safriadi SsosI.

Anak jalanan yang dulunya sering mangkal di Peunayong dan pusat-pusat keramaian, kini bergeser ke Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Keberadaan anak-anak jalanan yang  mengontrak kamar per kamar di salah satu rumah di desa tersebut, cukup meresahkan warga setempat. Karena, selain pria, di kamar kontrakan itu juga terdapat anak-anak perempuan dan dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.

Menyikapi kondisi itu, petugas Satpol PP pun memutuskan mengamankan puluhan anak-anak jalanan itu.

"Dari jumlah mereka sekitar 20 orang, 9 orang yang diserahkan oleh warga ke kami. Lalu, 11 lainnya diminta oleh warga diselesaikan di gampong. Lalu, dari 9 orang itu, hampir seluruhnya tidak beridentitas dan kami mengambil keterangan hanya berbekal pengakuan mereka saja," kata Plt Kasatpol PP dan WH, Heru Triwijanarko didampingi Kabid Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat (Trantibun), Evendi A Latief SAg.

Dari 9 orang yang diamankan itu, tiga di antaranya diizinkan pulang ke keluarganya. Lalu 6 lainnya, kata Evendi, dibawa ke Rumah Singgah Dinsos Banda Aceh. "Anak-anak jalanan yang diamankan ini wajah-wajah lama dan rata-rata mereka berasal dari luar Banda Aceh. Bahkan ada yang datang dari provinsi lain dan kebanyakan mereka bertato," pungkasnya.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved