Breaking News:

Opini

Islam Jalan Tengah

Demikian sebuah judul buku ditulis oleh Dr. Yusuf Qaradhawi, seorang ulama terkemuka dan tersohor abad ini

Islam Jalan Tengah
IST
Munawir Umar, S.Ag, MA,  Dosen Institut Agama Islam Al-Ghuraba Jakarta, Mahasiswa Program Doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Selanjutnya, ada makna yang menunjuki kepada konotasi pertengahan dan paling baik. Sebagaimana disebutkan Allah dalam firman-Nya berbunyi, "Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'". (QS. Al-Baqarah: 238). Dalam memahami ayat ini, para ahli tafsir seperti At-Thabari berkata bahwa maksudnya adalah shalat Ashar, karena terletak di tengah-tengah shalat lain antara subuh dan zuhur serta maghrib dan isya". Al-Qurthubi berkata: "Al-Wustha bentuk feminisme dari kata wasath yang berarti terbaik dan paling adil. Menurut Ibnul Jauziy, maksud ayat ini ada 3 makna: pertama: Terkait dengan shalat yang terletak pada pertengahan, kedua: paling tengah ukurannya dan ketiga: karena paling afdhal kedudukannya". Oleh sebab itu ayat ini telah menunjukkan kepada makna "paling tengah, paling adil dan paling baik".

Dalam ayat Alquran yang lain Allah Swt pun berkata, "Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?" (QS. Al-Qalam: 28). Ibnu Abbas ra dan At-Thabari

berkata: Bahwa yang dimaksud dengan kata aushatuhum adalah "Orang yang paling adil dari mereka". Al-Qurthubi menafsirkan ayat 28 surat Al-Qalam ini adalah "orang yang paling ideal, paling adil, dan paling berakal dan paling berilmu". Dalam ayat ini juga dapat

disimpulkan bahwa makna kata ausathuhum adalah "paling adil, paling baik atau ideal dan paling berilmu". Dan berikutnya adalah firman Allah, "Dan kuda-kuda perang menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh" (QS. Al-Adiyat: 5). At-Thabari, Al-Qurthubi dan Al-Qasimi

berkata: Maksudnya adalah berada di tengah-tengah musuh dalam kondisi berperang".

Oleh sebabnya, ada di antara sikap moderat yang perlu dilakukan oleh seorang Mukmin sebagaimana di rumuskan oleh Dr. Yusuf Qaradhawi dalam bukunya ialah dengan menjauhi bahayanya melawan pengkafiran dengan pengkafiran pula, ekstrem dengan ekstrem,

fanatisme dengan fanatisme, penolakan dengan penolakan, serta kejahatan dengan kejahatan serupa. Ada sementara orang berargumen dengan sebuah hadis Nabi Saw yang disalahpahami, "Siapa yang mengkafirkan seorang Muslim, maka berarti dia telah kafir."

Sehingga memunculkan stigma, "Siapa yang mengkafirkan kami, maka kami pun akan mengkafrikannya." Padahal Ali bin Abi Thalib r.a telah mencontohkan kepada kita tentang sikap bijaknya mengenai kaum khawarij yang menuduhnya dengan seburuk-buruk tuduhan.

Namun, balasannya justru sebaliknya bahwa ia mencukupi dirinya dengan mengingkari kebatilan tersebut tanpa melawan tuduhan mereka dengan tuduhan serupa. (Dr. Yusuf Qaradhawi, 2017: 153-154).

Maka sebagai kesimpulan dari paparan ulama dalam artikel ini, maka paling tidak ada enam ciri khas Islam jalan tengah yang harus kita ketahui bersama, tujuannya ialah untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh rahmat bagi semua kalangan. Pertama, memahami realitas (fiqh al-waqi') dalam setiap realitas kehidupan.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved