Breaking News:

PLTP Jaboi Tunggu Izin Eksploitasi

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang diketuai Irpannusir Rasman melakukan kunjungan kerja ke Sabang

SERAMBINEWS/KIRIMAN IRPANNUSIR
Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang diketuai Irpannusir Rasman melakukan kunjungan kerja ke Sabang, Kamis (28/1/2021). 

BANDA ACEH - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang diketuai Irpannusir Rasman melakukan kunjungan kerja ke Sabang, Kamis (28/1/2021). Dalam kunjungan itu, rombongan komisi melihat langsung perkembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau pembangkit geotermal di Jaboi, Sabang.

Menurut informasi yang diterima, kata Irpannusir, pembangunan PLTP Jaboi sudah rampung dikerjakan oleh PT Sabang Geothermal Energi (SGE) sejak 2018 silam. Sayang, pembangkit geotermal tersebut belum bisa dioperasikan karena belum keluar izin eksploitasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kita lihat semua proses sudah lengkap. Tinggal menunggu izin eksploitasi dari Kementerian ESDM. Sayang jika bangunannya terbengkalai karena tidak izin eksploitasi," kata Irpannusir.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini berharap pemerintah pusat segera mengeluarkan izin eksploitasi pembangkit geotermal agar energinya diupayakan bisa segera disalurkan ke PT PLN (Persero). "Kita berharap pusat jangan banyak mempertimbangkan politis. Kalau ini menguntungkan daerah jangan banyak pertimbangan," ungkap dia.

Begitupun, Irpannusir meminta Pemerintah Aceh juga proaktif mendesak Kementerian ESDM agar segera mengeluarkan izin eksploitasi supaya pembangkit listrik tersebut bisa berfungsi.

"Untuk membangun daerah harus sama-sama, baik eksekutif maupun legislatif. Dengan koordinasi seperti ini kita akan tahu jalan keluar. Kalau ada kendala secara politis, DPRA selalu siap membackup," ujar dia.

Untuk diketahui, jika PLTP ini berhasil beroperasi dengan baik, energi yang dihasilkan dari panas bumi Jaboi mencapai 80 MW, dan nantinya akan bisa disuplai ke PLN Banda Aceh melalui kabel bawah laut.

"Sudah puluhan miliar kita keluarkan untuk bangun ini, tapi alangkah sayangnya jika tidak bisa dimanfaatkan. Jangan setelah kita hamburkan uang, sedikit lagi tidak bisa diusahakan," pungkas Irpannusir.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved