Breaking News:

Stadion Cot Gapu Jangan Dirobohkan

Keinginan Pemkab Bireuen untuk merobohkan Stadion Cot Gapu membuat sejumlah kalangan mulai merespon

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ YUSMANDIN IDRIS
Keadaan stadion Cot Gapu Bireuen sebelah barat 

BIREUEN - Keinginan Pemkab Bireuen untuk merobohkan Stadion Cot Gapu membuat sejumlah kalangan mulai merespon. Mereka secara tegas menolak stadion bersejarah milik masyarakat Kota Juang itu dirobohkan.

“Stadion Cot Gapu dan berbagai sarana pendukung di dalamnya jangan dirobohkan. Kita tunggu dulu kejelasan dan kepastian pembangunan stadion utama di Paya Kareung,” ungkap mantan manajer PSSB Bireuen, Aziz Fadila kepada Serambi, Jumat (29/1/2021).

Aziz menegaskan, Stadion Cot Gapu hendaknya ditata dan dipugar kembali. Sehingga tidak perlu dirobohkan dulu. “Kalau kejelasan stadion di Paya Kareung belum ada, jangan robohkan Stadion Cot Gapu,” jelas Aziz Bengkel.

Sementara sejumlah warga Bireuen secara tegas menolak keinginan dari Pemkab. Alasannya, kenapa Stadion Cot Gapu cepat-cepat ingin dibongkar. Sementara di sisi lain, kepastian pembangunan Stadion Utama di Paya Kareung sama sekali belum jelas. Jika ini dipaksakan, tentu akan menjadi kerugian bagi Bireuen terutama bagi klub dan pemain.

“Pemkab coba jelaskan kepada publik kepastian pembangunan Stadion Paya Kareung, terutama berapa dana, siapa yang bangun, dan kapan proyek itu dimulai. Ini jangan asal bongkar. Alih-alih stadion baru tak jadi dibangun, Cot Gapu sudah dirobohkan. Lalu, siapa tanggungjawab kalau Bireuen tak ada lagi stadion,” ungkap sejumlah warga.

Sebagaimana diketahui, Stadion Cot Gapu identik dengan PSSB Bireuen dan perjalanan prestasi sepakbola Kota Juang. Stadion di tengah kota ini, sudah dimanfaatkan sebagai home-base PSSB ketika bertanding di divisi I PSSI 2006, dan divisi utama sejak tahun 2007 lalu.

Stadion Cot Gapu sudah lolos verifikasi dari PT Liga Indonesia (PT LI) ketika PSSB berlaga di divisi utama 2007. Kemudian, sempat menjadi home-base Aceh United FC di kompetisi Liga 2 tahun 2019 lalu. Bahkan, Aceh United FC juga menjadikan Cot Gapu sebagai markas ketika tampil di babak delapan besar Liga 2 saat itu.

Di sisi lain, sejumlah warga mempertanyakan, kalau memang Stadion Utama di Paya Kareung, Kecamatan Peusangan akan dibangun pada tahun 2022 mendatang. Lalu, kenapa Stadion Cot Gapu harus segera dirobohkan. “Ini sungguh sangat aneh, stadion baru belum ada dan tak jelas, Cot Gapu mau cepat-cepat dirobohkan,” kritik warga tersebut.

Amatan Serambi, pagar beton sebelah utara sebagian sudah miring. Kondisi serupa juga di sebelah selatan. Lalu, satu bangunan di pintu utama stadion tersebut yang biasanya sebagai tempat tamu VIP juga sudah rusak. Sementara atapnya  diterbangkan angin, dan juga atap tribun tertutup sebelah barat.

Seperti diketahui, Bireuen bersama Pidie dan Banda Aceh diusulkan menjadi tuan rumah cabang sepakbola. Untuk suksesnya cabang bergengsi itu, Pemerintah Aceh akan memplot dana Rp 20 miliar untuk merehab Stadion Cot Gapu. Artinya, Pemerintah Aceh tidak memplot anggaran untuk pembangunan stadion.

Bupati Bireuen, Muzakkar  A Gani SH MSi kepada Serambi mengatakan, kondisi pagar stadion sebagian sudah miring, dan beberapa bangunan juga sudah tidak layak lagi. Program utama di Stadion Cot Gapu adalah menata lokasi itu menjadi kawasan hijau terbuka. “Sedangkan stadion utama akan dibangun di kawasan Paya Kareung untuk menyambut PON 2024 mendatang,” katanya.

Berbagai masukan dan saran tambah Muzakkar  menjadi penting  dalam membangun Bireuen. Ia sangat memahami saran warga, namun dalam waktu dekat direncanakan tahun 2022 stadion utama segera dibangun untuk menyambut PON 2024 mendatang. “Tentunya memerlukan berbagai persiapan dan penataan kawasan tertentu,” ujar Muzakkar.(yus/ran)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved