Breaking News:

Internasional

UEA Dituduh Menyebarkan Virus Corona ke Luar Negeri, Seusai Turis Gelar Gaya Hidup Mewah

Uni Emirat Arab (UEA) dituduh membiarkan gaya hidup pesta mewah di Dubai terus berlanjut di tengah-tengah pandemi Covid-19.

Editor: M Nur Pakar
REX
Orang-orang berkumpul dekat Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia, sebelum pesta kembang api malam Tahun Baru 2021 di Dubai, Uni Emirat Arab. 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) dituduh membiarkan gaya hidup pesta mewah di Dubai terus berlanjut di tengah-tengah pandemi Covid-19.

Dilaporkan, ribuan turis yang berbondong-bondong ke negara Teluk untuk berjemur dan koktail akhirnya menyebarkan Covid ke seluruh dunia.

Setelah membuka perbatasannya untuk orang-orang yang bersuka ria pada Malam Tahun Baru, termasuk sejumlah influencer Instagram Inggris.

Beberapa negara langsung menyalahkan Dubai karena memperburuk pandemi Covid-19.

Pada Kamis (28/1/2021), Inggris mengumumkan larangan semua penerbangan langsung dari Uni Emirat Arab [UEA] yang mulai berlaku pada pukul 01.00 siang.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Novavax Berfungsi Baik, Belum Efektif ke Varian Baru Virus Corona Inggris dan Afsel

Dubai, yang terkenal dengan pantai berjemur, gedung pencakar langit, dan gaya hidup mewahnya, menjadi salah satu negara pertama yang membuka kembali perbatasannya pada Juli 2020.

Dengan alasan untuk menyelamatkan industri pariwisatanya.

Sejak itu, turis berpesta di pantai, bar, dan kapal pesiar tanpa masker wajah, sementara pada Malam Tahun Baru mereka disuguhi pertunjukan kembang api yang mewah.

Pesta itu berakhir tiba-tiba minggu ini setelah melonjaknya jumlah infeksi virus Corona.

Mendorong otoritas Emirat untuk memberlakukan larangan hiburan langsung dan meningkatkan pengujian di bandara.

Dubai juga memecat Kepala Kesehatan Masyarakat, karena tingkat infeksi virus Corona mencapai rekor tertinggi, dengan hampir 4.000 kasus tercatat pada Kamis (28/1//2021).

Perayaan itu disalahkan atas lonjakan kasus sejak 1 Januari 2021 yang telah meningkat 80.000 menjadi total 289.000 kasus di UEA.

Baca juga: Penguasa Dubai Pecat Dirjen Kesehatan, Dinilai Tak Gubris Atasi Virus Corona

Seorang dokter yang berbasis di UEA mengatakan kepada Telegraph, Sabtu (30/1/2021), tingkat infeksi meningkat tajam selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Dia mengkhawatirkan menjadi peristiwa penyebar virus Corona super utama.

“Jika kita mempelajari grafik infeksi Covid-19 di UEA, kita dapat melihat kasusnya sangat rendah pada Agustus, kemudian meningkat pada September hingga Oktober 2021," ujarnya.

"Hampir berstatus quo pada November dan Desember 2020, tetapi mulai meningkat akhir Desember dan seterusnya, "kata mereka.

Baca juga: Moderna Klaim Vaksin Covid-19 Miliknya Mampu Melawan Semua Varian Virus Corona

Seorang turis Israel mengatakan tidak dapat dihindari.

Bahwa keputusan Emirat untuk membuka perbatasan telah menyebabkan pesta-pesta mewah dan serangkaian acara yang disebut penyebar super virus Corona.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved