Breaking News:

Satpol PP Warning Pedagang, Tidak Berjualan di Badan Jalan

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banda Aceh, mengingatkan para pedagang kaki lima (PKL) untuk tidak berjualan

FOR SERAMBINEWS.COM
Plt Kasatpol PP dan WH, Heru Triwijanarko SSTP MSi 

BANDA ACEH - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banda Aceh, mengingatkan para pedagang kaki lima (PKL) untuk tidak berjualan di badan jalan dan di atas drainase.

Petugas kini intens melakukan penertiban dan penataan terhadap kesemrawutan yang masih terlihat di hampir semua ruas jalan Kota Banda Aceh. Demikian diungkapkan Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko SSTP MSi, kepada Serambi, Sabtu (30/1/2021).

Heru menerangkan, petugas Satpol PP dibantu aparat Kepolisian, pihak kecamatan--kawasan yang ditertibkan--serta petugas Dishub Kota sedang gencar-gencarnya melaksanakan penertiban dan penataan.

"Kami harapkan pedagang yang sudah pernah kami ingatkan berulang kali agar membongkar sendiri tempat usahanya yang jelas-jelas melanggar dan memiliki kesadaran sebelum dilakukan langkah pembongkaran oleh petugas," katanya.

Ia menerangkan, untuk kawasan-kawasan yang sudah tertib saat ini, meliputi Jalan Mr Muhammad Hasan, di Kecamatan Luengbata. Lalu Jalan Sultan Iskandar Muda, kawasan Ulee Lheue dan Jalan Hasan Saleh, mulai Neusu sampai Lhong Raya.

Kemudian kawasan-kawasan lain yang akan ditertibkan dan ditatar juga sudah diingatkan berulang kali, mulai PKL di sepanjang Jalan T Iskandar, mulai Gampong Beurawe sampai Simpang Tujuh Ulee Kareng. Lalu, di kawasan Darussalam, Syiah Kuala, Jalan Rama Setia, Lampaseh.

"Petugas rutin melaksanakan patroli setiap pagi. Kalau sampai ditemukan ada rak-rak yang ditempatkan di badan jalan serra di atas drainase langsung diambil oleh petugas," ujar Evendi.

Biasanya kalau petugas sedang menertibkan dan menata sebuah kawasan, maka lokasi penertiban yang akan disasar berikutnya langsung diingatkan dan diimbau untuk segera bersiap-siap.

"Apa yang kami lakukan ini semua untuk kenyamanan serta bertujuan agar  Kota Banda Aceh lebih tertib dan tertata serta kelancaran lalu lintas. Karena itu kami minta kerja sama semua pihak," sebut Evendi.

Di samping itu lanjut Evendi, PKL di sekitar taman Masjid Raya Baiturrahman, tepatnya di Jalan Diponegoro ujung yang dulunya cukup semberawut, kini kondisinya sudah cukup tertata rapi. Agar kondisi itu agar terus terjaga, ungkap Evendi, sejumlah petugas Satpol PP juga disiagakan di sana, pada siang dan malam hari, pungkas Evendi.

Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko SSTP  MSi, menyebutkan terkait kasus dugaan mesum yang melibatkan oknum PNS berinisial AG (48) dan AS (42) wanita bersuami asal Sabang masih ditahan di sel Satpol PP dan WH Provinsi Aceh.

Keduanya dititipkan panahanannya di sel Kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh, Jumat (15/1/2021) lalu, pascasehari keduanya diamankan dari dalam mobil di kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh.

"Penahanannya berakhir pada Rabu, 3 Februari 2021 mendatang dan mulai kita ajukan perpanjangan penahanannya sampai selesai pemberkasan kita siapkan," tambah Kabid Penegakan Syariat Islam, Safriadi SSosI didampingi Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP dan WH, Zakwan SHI.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved