Breaking News:

Salam

Kapal-Kapal Aceh Hebat Harus Dikelola Profesional

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad kemarin mewartakan bahwa Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT, Sabtu (30/1/2021) pagi

Foto: Dishub Aceh
Kapal Aceh Hebat 1 saat sudah turun ke lautan perairan Pulau Karimun Besar, Kepulauan Riau. 

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad kemarin mewartakan bahwa Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT, Sabtu (30/1/2021) pagi, melepas pelayaran perdana Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menuju Pelabuhan Balohan, Sabang. Masyarakat tampak antusias menyambut kehadiran kapal terbesar untuk rute tersebut.

Buktinya, kapal yang bertolak dari Ulee Lheue pukul 11.00 WIB itu membawa 280 orang atau 74,27 persen dari total kapasitas sebanyak 377 penumpang. Kapal dengan bobot 1.186 GT ini juga mengangkut 80 sepeda motor (sepmor) dan 28 mobil.

Saat kembali dari Balohan, Sabang ke Banda Aceh pukul 15.00 WIB, kapal yang dibeli Pemerintah Aceh dengan dana APBA ini mengangkut 322 penumpang serta 65 sepmor dan 13 mobil.

Sebelum KMP Aceh Hebat 2 lepas sauh dari Pelabuhan Ulee Lheue, Gubernur Nova didampingi Kadis Perhubungan Aceh, Junaidi, dan sejumlah pejabat lainnya menyusuri ruangan dalam kapal mulai dari ruang penumpang hingga ruang nakhkoda.

Pada kesempatan itu, Nova tak lupa menyapa para penumpang baik warga lokal maupun wisatawan luar Aceh yang hendak pulang atau pergi ke Sabang. "Selamat ya Bu, cuacanya bagus, mudah-mudahan lancar," kata Nova saat menyapa seorang penumpang yang mengaku datang dari Cianjur, Jawa Barat.

"Hari ini atas doa semua rakyat Aceh, KMP Aceh Hebat 2 dengan rute Ulee Lheue ke Balohan, melakukan pelayaran perdana. Saya bertemu penumpang, kesan mereka nyaman di kapal ini dan standar untuk kapal ro-ro sudah terpenuhi," ungkapnya.

Menurut keterangan awak kapal, sambung Nova, Kapal Aceh Hebat 2 ini memiliki desain yang bagus dan navigasi yang canggih. Yang paling penting adalah harga tiketnya sangat terjangkau dan  sesuai perundang-undangan.

Nah, pertama-tama kita ucapkan selamat kepada Pemerintah Aceh yang telah membeli tiga kapal untuk melayani dan menambah armada transportasi laut untuk menghubungkan Aceh daratan dengan Aceh kepulauan. KMP Aceh Hebat 1 untuk melayani Calang, Aceh Jaya ke Pulau Simeulue, KMP Aceh Hebat 2 untuk rute Ulee Lheue, Banda Aceh ke Balohan, Sabang, dan KMP Aceh Hebat 3 untuk melayani Singkil-Pulau Banyak.

Sejauh ini, baru KMP Aceh Hebat 2 yang sudah berlayar. Kapal berkapasitas 377 penumpang dan 24 mobil ini dikelola oleh PT ASDP selaku operator yang memenangkan tender. Sementara itu, pada Senin (1/2/2021) hari ini, KMP Aceh Hebat 1 yang merupakan kapal terbesar dibandingan KMP Aceh Hebat 2 dan 3, dijadwalkan akan berlayar untuk uji sandar dari Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, ke Pelabuhan Sinabang, Kabupaten Simeulue.

Jadi, hanya KMP Aceh Hebat 3 lagilah yang belum jelas kapan jadwal berlayarnya. Sesungguhnya sangatlah penting memastikan kapan KMP Aceh Hebat ini berlayar, dalam artian harus sudah tuntas izin berlayarnya. Soalnya, masyarakat Aceh Singkil punya pengalaman buruk tentang kapal. Hampir dua tahun lalu, Pemkab Aceh Singkil membeli kapal feri seharga Rp 4,5 miliar. Kapal yang diberi nama KMP Tailana itu hinggi kini belum bisa berlayar. Salah satu sebab, belum keluar izin berlayarnya dan belum ada/lengkap awaknya. Alhasil, kapal semahal itu hanya bersandar di pelabuhan, tanpa pernah berlayar. Dari segi anggaran ini jelas mubazir, karena kapal dibeli dengan uang rakyat, tapi tidak fungsional. KPK bisa datang untuk mengusutnya.

Di sisi lain, manajemen perkapalan harus dijalankan secara profesional, karena ia beda jauh dengan manajemen truk pasir. Tujuan utama kapal-kapal tersebut, misalnya KMP Aceh Hebat 2 yang sejak awal dimaksudkan untuk menggantikan kapal lama yang sudah relatif tua haruslah benar-benar terpenuhi. Kapal hebat ini harus pula menjadi tulang punggung pelayaran Ulee Lheue-Balohan, terutama pada masa ‘peak session’ (weekend atau saat libur panjang). Apalagi, kapasitas kapal ini lebih besar, mampu menampung penumpang dua kali lipat dibandingkan kapal lama.

Kita berharap semoga kapal-kapal Aceh Hebat itu benar-benar hebat dalam memperlancar mobilitas penumpang dan barang dari daratann ke kawasan kepulauan dan sebaliknya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kapal-kapal tersebut harus pula mampu menunjang kemajuan pariwisata di kawasan Sabang, Simeulue, dan Pulau Banyak. Kita berharap pelayarannya lancar dan benar-benar bermanfaat, terutama untuk konektivitas ekonomi, termasuk wisatawan. Dengan demikian, ketiga kapal yang dibeli Pemerintah Aceh dengan dana APBA itu tidak mubazir, seperti nasib KMP Tailana di Aceh Singkil atau KM Marisa yang dulunya dibeli Pemkab Aceh Utara. Bagaimanapun, manajemen perkapalan harus serius dan profesional, tidak boleh ‘cilet-cilet’.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved