Breaking News:

Kecewa, Dulmusrid Lapor ke Luhut Investasi UEA ke Singkil Dikabarkan Batal

Rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, disebut-sebut batal karena alasan infrastuktur

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid       

* Karena Terkendala Infrastruktur

SINGKIL - Rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, disebut-sebut batal karena alasan infrastuktur. Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, juga telah mendengar kabar tersebut. Dia mengaku sangat kecewa.

Namun kecewa saja tidak cukup, sehingga ia mengambil sejumlah langkah agar rencana investasi UEA di Kepulauan Banyak tetap berlanjut. Salah satunya dengan melaporkan informasi itu kepada Menko Maratim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

"Kami telah surati dan WhatsApp Pak Menko Maritim dan Invesatasi. Kami juga akan menghadap beliau secara langsung," kata Dulmusrid saat dikonfirmasi Serambi, Senin (1/2/2021).

Bupati menyebutkan, dalam surat dan WhatsApp yang ia kirimkan kepada Luhut, isinya meminta agar pembatalan investasi itu ditinjau kembali. Pihaknya tidak bisa menerima jika infrasruktur dijadikan sebagai alasan, mengingat Kabupaten Aceh Singkil sudah memiliki infrastruktur dasar memadai. Baik itu bandara Syekh Hamzah Fansuri maupun pelabuhan penyeberangan. "Termasuk kapal Aceh Hebat 3, kapal cepat dan transportasi lainnya," sebut Dulmusrid.

Bupati mengatakan, dirinya melapor ke Luhut selain karena merupakan Menko Maritim dan Investasi, juga karena sebelumnya pernah berkunjung ke Aceh Singkil. Saat kunjungan itu, Luhut menyatakan Pulau Banyak menjadi penyangga destinasi wisata super prioritas Danau Toba.

Tentunya lanjut Dulmusrid, investasi dari UEA itu menjadi bagian pengembangan Aceh Singkil sebagai penyangga destinasi wisata super prioritas Danau Toba. "Di hadapan masyarakat Aceh Singkil dan Muspida, Pak Menko Maritim berjanji. Kami menagih janji beliau agar dituntaskan," tegas Dulmusrid dengan raut kecewa.

Selain meminta agar pembatalan investasi itu ditinjau kembali, Dulmusrid mengatakan akan meminta Luhut memasukan Aceh Singkil dalam Peraturan Persiden (Perpres) sebagai bagian dari kawasan destinasi wisata super prioritas Danau Toba.

Sebelumnya sempat beredar surat Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Direktorat Jendral Asia Pasifik dan Afrika, perihal penjajakan kerja sama pengembangan kawasan wisata di Pulau Banyak dan Pulau Sabang antara Indonesia dan Persatuan Emirat Arab (PEA).

Surat tersebut ditandatangani Bagus Hendraning Kobarsyih atas nama Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Direktur Timur Tengah. Isinya menindaklanjuti surat Kementerian Luar Negeri cq Direktorat Timur Tengah atas salinan surat dari Dubes RI Abu Dhabi kepada Gubernur Provinsi Aceh.

Inti surat menyampaikan hasil pertemuan Dubes RI Abu Dhabi dengan Managing Director Murban Energi. Disebutkan beberapa catatan penting dalam pertemuan bahwa Murban Energy sangat tertarik berinvestasi di Aceh termasuk di Pulau Banyak dan Pulau Sabang, dengan rentang waktu invesatasi 1 sampai 4 tahun.

Sayangnya infrastruktur ke Pulau Banyak belum berkembang dan membutuhkan waktu realisasi 5 sampai 10 tahun. Sehingga pihak Murban Energy mengusulkan opsi lain, yaitu pengembangan kawasan wisata Pulau Sabang karena dapat diakses melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM).

Sebagaimana diketahui investor asal Uni Emirat Arab (UEA) yaitu Direktur Eksekutif Murban Energy, Amine Abid, telah meninjau lokasi investasi di Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, pada 22 Desember lalu. Amine tiba di Aceh Singkil menggunakan jalur darat dari Banda Aceh sekitar 12 jam, sehingga terlihat kelelahan.

Bahkan keasikannya menikmati panorama alam Pulau Banyak terganggu lantaran keluhan sakit perut. Padahal menurut sejumlah kalangan di Aceh Singkil, jarak menuju Kabupaten itu waktu tempuhnya bisa dipangkas hanya sekitar 90 menit saja dengan menggunakan pesawat helikopter atau pesawat kecil carteran dari Medan atau Sibolga ke bandara Syekh Hamzah Fansuri Aceh Singkil. Dari darat juga bisa ditempuh empat jam dengan naik pesawat tujuan Sibolga, lalu naik jalur darat Sibolga-Singkil sekitar empat jam perjalan.(de)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved