Breaking News:

Kurir Sabu Sempat Menetap di Aceh Timur, Polres Ringkus Warga Sumut

Tersangka MAZ alias Jack alias Dung (39) warga Galang, Deliserdang, Sumatera Utara diketahui sempat menetap enam bulan di Aceh Timur

Dok Polres Aceh Tamiang
Mobil Avanza yang dikemudikan MAZ alias Jack alias Dung (39) warga Galang, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara saat diringkus polisi ketika akan meyelundupkan dua kilogram sabu-sabu di perbatasan Aceh Tamiang, Selasa (19/1/2021) malam. 

KUALASIMPANG – Tersangka MAZ alias Jack alias Dung (39) warga Galang, Deliserdang, Sumatera Utara diketahui sempat menetap enam bulan di Aceh Timur sebelum melakukan penyelundupan sabu-sabu ke Medan.

Hal ini diungkapkan Kasat Resnarkoba Polres Aceh Tamiang, AKP Ismail dalam konferensi pers, Senin (1/2/2021). Ismail menduga keberadaan tersangka di Aceh Timur ada kaitannya dengan jaringan peredaran narkoba lintas provinsi ini. “Sabu-sabu itu didapat tersangka dari temannya R di Aceh Timur. Tersangka sempat tinggal di sana enam bulan, diduga untuk memahami jalur penyelundupan,” kata Ismail.

Ismail menambahkan tak sampai berselang dua jam setelah MAZ ditangkap, timnya langsung meluncur ke rumah R di Aceh Timur. Namun operasi ini tidak membuahkan hasil karena R sudah melarikan diri.

“Kami menduga pelarian R berkaitan dengan beredarnya penangkapan MAZ di media sosial pada hari itu juga, sehingga terpantau oleh R,” lanjur Ismail.

Diberitakan sebelumnya, MAZ merupakan penumpang taksi yang terjaring razia lalu lintas di depan Mapolsek Kejuruan Muda pada 19 Januari 2021. Dari tangan pelaku disita barang bukti sabu-sabu dua kilogram yang disembunyikan di dalam tas hijau.

“Ada dua bungkus sabu-sabu yang kami sita, satu bungkus dalam kemasan teh cina, satu lagi plastik hitam,” kata Ismail didampingi Kapolsek Kejuruan Muda, Ipda Yose Rizaldi.

Ismail menjelaskan, penangkapan ini bermula dari kecurigaan petugas yang melihat tersangka melompat dari dalam mobil ketika akan melewati razia. Petugas pun langsung mengejar MAZ dan mengamankannya ke Mapolsek Kejuruan Muda.

Dari pemeriksaan diketahui tersangka diperintahkan oleh R untuk menyerahkan barang itu kepada seseorang yang sudah menunggu di perbatasan Sumatera Utara. Bila berhasil menjalankan misi ini, tersangka diberi upah Rp 10 juta. “Barang itu dipesan oleh orang Medan, kesepakatannya bila sudah sampai perbatasan nanti ada yang menelepon tersangka,” sambungnya.

Akibat kejahatan ini, tersangka yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini terancam mendekam di penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp 10 miliar sesuai Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35/2019 tentang Narkotika.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved