Breaking News:

Salam

Mereka Lupa Syariat Islam dan Mengabaikan Protkes

Petugas gabungan dari beberapa instansi terkait menghalau pengunjung supaya segera keluar dari kawasan Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Plt Kasatpol PP dan WH, Heru Triwijanarko SSTP MSi 

Petugas gabungan dari beberapa instansi terkait menghalau pengunjung supaya segera keluar dari kawasan Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh, jelang shalat Magrib, Minggu (31/1/2021). Saat itu, pengunjung lokasi wisata itu kelihatan sangat ramai meski azan Magrib mulai terdengar berkumandang. Padahal, beberapa hari sebelumnya Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, datang ke lokasi mengimbau warga agar tinggalkan lokasi 30 menit jelang azan Magrib.

Pada Minggu (30/1) petang, ada ribuan masyarakat yang dipaksa segera meninggalkan lokasi, mulai dari kawasan Wisata Ulee Lheue sampai warga yang masih asyik‑asyik duduk di sepanjang Jalan Tanggul Pantai yang tembus ke Gampong Jawa. "Kami minta kesadaran dan pengertian seluruh masyarakat dan pengunjung dan padagang di pantai Ulee Lheue untuk segera meninggalkan lokasi jelang azan magrib," kata Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko.

Pantai Ulee Lheue dan sekitarnya memang setiap petang ramai dikunjungi warga yang kemudian menimbulkan banyak persoalan. Mulai kemacetan lalu lintas karena jalan dipakai para pedagang, pelanggaran Syariat Islam, dan juga melanggar protokol kesehatan. Makanya, kita setuju keramaian di pantai itu ditertibkan secara tegas dan kontinyu.

Prof Quraish Shihab mengatakan, syariat adalah ketentuan dan dasar‑dasar yang ditetapkan Allah. Syariat mengatur hubungan manusia dengan alam, sesama, dan Allah Swt. Dalam bahasa Alquran, ketentuan‑ketentuan hukum itu adalah amal saleh. Amal adalah penggunaan daya. Daya manusia yang terdiri dari daya fisik, pikir, kalbu, dan hidup, semua diatur oleh syariat dan penggunaannya haruslah bermanfaat.

Quraish Shihab juga menjelaskan, bahwa Syariat ditujukan kepada manusia yang berakal, dewasa, dan sadar. Oleh karenanya syariat tidak diwajibkan untuk mereka yang kehilangan kesadarannya, anak‑anak, dan yang tidur. Dia juga mengungkap bahwa Islam adalah akidah dan syariat. Konsekuensi saat seseorang menolak akidah atau syariat, maka ia menjadi muslim yang durhaka.

Kemudian, kita melihat, terkait dengan berkerumunnya banyak orang di tepi jalan dan tepi pantai bukan saja melanggar syariat, tapi juga melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi Corona ini. Di Ulee Lheue itu, sebagian pengunjung pantainya berkerumun atau tidak menjaga jarak. Lebih parah lagi, banyak di antara mereka tidak menggunakan masker. Jadi, kita sangat sependapat jika pengunjung kawasan wisata itu ditertibkan.

Kondisi di Ulee Lheue itu hanya contoh yang kita sebutkan. Sebetulnya, kondisi serupa juga terjadi di lokasi-lokasi wisata lainnya di Aceh, terutama pada akhir pekan. Oleh karena itulah, gerakan pematuhan Syariat Islam dan protokol kesehatan perlu dilakukan secara serius dan terus-menerus sehingga masyarakat terbiasa hidup dalam bingkai syarat Islam serta tetap sadar bahwa virus Corona masih ada di sekitar kita.

Ingat, dua hari lalu Presiden Joko Widodo meminta para jajarannya betul‑betul turun ke lapangan untuk memberikan contoh kedisiplinan serta sosialisasi dengan melibatkan para tokoh masyarakat dan agama mengenai protokol kesehatan.

"Saya minta betul‑betul turun ke lapangan. Saya ingin dengar implementasi lapangannya seperti apa. Mungkin nanti Kementerian Agama melibatkan tokoh‑tokoh agamanya seperti apa, TNI seperti apa, di Polri seperti apa dan Pak Menko (PMK) nanti yang mungkin bisa men‑drive agar ini betul‑betul lapangannya terjadi," kata Jokowi yang juga menegaskan bahwa “Mobilitas masyarakat dinilai masih tinggi dan kasus Covid‑19 di beberapa provinsi tetap naik."

Kasus Covid‑19 yang terus meningkat membuat Indonesia kini menjadi negara dengan kasus aktif tertinggi di Asia melampaui jumlah kasus aktif di India yang sebelumnya tertinggi.

Kasus aktif adalah jumlah orang yang masih dinyatakan positif terinfeksi Covid‑19. Berdasarkan data Worldometer pada Minggu (31/1), kasus aktif di Indonesia berjumlah 175.095 setelah bertambah 12.001 kasus baru pada hari ini. Jumlah ini menjadi yang terbanyak di Asia dan ke‑15 di dunia. Sedangkan total kasus Covid‑19 keseluruhan di Indonesia mencapai 1.078.314. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved