Breaking News:

Harga Ikan di Pasar Banda Aceh dan Aceh Besar Masih Mahal

Harga ikan di pasar Banda Aceh dan Aceh Besar dalam beberapa pekan ini cenderung mahal. Hal itu disebabkan rendahnya hasil tangkapan nelayan

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Hasil tangkapan nelayan Lampulo, dermaga PPS Kutaradja Lampulo, Banda Aceh 

BANDA ACEH - Harga ikan di pasar Banda Aceh dan Aceh Besar dalam beberapa pekan ini cenderung mahal. Hal itu disebabkan rendahnya hasil tangkapan nelayan.

“Penurunan hasil tangkapan nelayan berdampak pada harga lelang dan jual ikan secara eceran,” kata Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, Oni Kandi, Selasa (2/2/2021).

Dikatakan, laporan dari pencatatan hasil tangkapan nelayan pada Senin (1/2)/2021, dari tiga boat yang pulang melaut,  hanya membawa ikan sekitar 13,3 ton atau rata-rata setiap boat membawa ikan 4,4 ton.

Sedangkan jenis ikan yang dibawa pulang, seperti cakalang, ikan layang, Lisong dan tuna yellow. Ikan-ikan itu dilelang dengan harga sekitar Rp 420.000-750.000 per keranjang atau per kilonya Rp 14.000-Rp 25.000.

Hasil tangkapan Senin kemarin, kata Oni, volumenya hampir sama dengan hasil dua hari sebelumnya. Karena memang saat ini lagi paceklik hasil tangkapan.

Aminah, pedagang nasi keliling mengatakan, akibat tingginya harga ikan, biaya belanja naik 40-60 persen. Jika Desember 2020 lalu dengan uang Rp 200.000 ia bisa membawa pulang ikan sebanyak 20 kg, karena harga ikan masih berkisar Rp 15.000-Rp 20.000/kg. “Kini dengan harga ikan yang melambung saya hanya bisa bawa pulang 5 kg dengan uang sebanyak itu,” tandasnya.

Keluhan serupa juga dilontarkan Ibrahim, pengusaha rumah makan. Ia mengatakan, sejak bulan lalu sampai bulan ini, untuk belanja ikan harus sediakan uang Rp 1 juta. Hal ini disebabkan, harga jual ikan sudah melambung tinggi.

“ Dua bulan lalu, dengan uang Rp 500.000, sudah cukup untuk belanja ikan tiga sampai empat jenis, untuk persediaan jualan nasi putih. Tapi sekaranagn harus ada uang Rp 1 juta, baru bisa beli ikan tiga sampai empat macam,” ujar Ibrahim.(her)  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved