Breaking News:

Kapolri Ingin Sidang Tilang Dihapus

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, melanjutkan safarinya menemui para tokoh dan petinggi negara seusai dirinya dilantik sebagai Kapolri

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberi salam kepada Ketua MA, Muhammad Syarifuddin, seusai melakukan pertemuan, di Gedung MA, Jakarta, Selasa (2/2/2021). 

JAKARTA - Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, melanjutkan safarinya menemui para tokoh dan petinggi negara seusai dirinya dilantik sebagai Kapolri. Pada Selasa (2/2/2021), Sigit bertemu jajaran petinggi Mahkamah Agung (MA) di Jakarta. Salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah soal tilang elektronik.

Untuk diketahui,  pemberlakuan tilang elektronik merupakan program yang dicanangkan Jenderal Sigit saat ia mengikuti fit and proper test dengan Komisi III DPR RI, beberapa waktu lalu. "Banyak hal yang kami bicarakan dan diskusikan, antara lain beberapa program yang akan Polri laksanakan ke depan terkait masalah tilang elektronik," jelas Sigit.

Sigit pun menyinggung penerapan tilang seringkali tidak efektif lantaran tidak didukung oleh proses persidangan yang masih bersifat tatap muka. Dengan tilang elektronik, menurutnya, diharapkan semua pelanggaran dapat diselesaikan tanpa sidang seperti biasanya yang melibatkan petugas. Kapolri menambahkan, sidang akan diganti dengan aturan sistem elektronik yang langsung memutuskan jenis pelanggaran.

Hal itu saat ini sedang dibahas dengan Mahkamah Agung (MA). "Tilang elektronik tentunya mengubah pola, yang biasanya dilaksanakan menggunakan sidang, kemudian saat ini berubah menjadi langsung diputuskan dalam sistem elektronik tersebut, sehingga perlu ada penyesuaian-penyesuaian," ujar Sigit.

Meski begitu, ia menyebutkan, perubahan pola sidang itu memerlukan masa penyesuaian di lapangan agar tak membingungkan masyarakat. "Kemudian, pelayanan terpadu berkaitan dengan masalah pelayanan publik di bidang informasi, terkait masalah proses hukum," kata Jenderal bintang empat itu.

Sementara itu, Ketua MA, Muhammad Syarifuddin, menyatakan dukungannya terhadap program kepolisian tersebut. Menurut dia, Polri dan MA perlu berkoordinasi lebih lanjut terkait hal ini. "Kita mendukung program yang akan dilaksanakan Polri yaitu melakukan sidang-sidang secara elektronik. Kita bersyukur. Tapi, tentu harus ada dibentuk semacam kelompok kerja," tutur dia.

Untuk diketahui, tilang elektronik merupakan upaya Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri untuk memperbaiki citra Polri. Sigit ingin menghilangkan tindak langsung atau biasa disebut dengan tilang di lapangan yang selama ini dilakukan petugas.

Dalam uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri di Komisi III DPR RI, beberapa waktu lalu, Sigit sempat menargetkan Polantas kelak tak lagi menilang pelanggar lalu lintas. Penilangan akan dilakukan sepenuhnya dengan mekanisme tilang elektronik.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kemudian akan memasang 166 kamera tilang elektronik atau atau electronic traffic law enforcement (e-TLE) di tiga Polda dan empat Polresta. Hal ini sebagai bentuk tindak lanjut dari program Kapolri Jenderal Listyo Sigit, yakni mengandalkan sistem tilang elektronik agar polisi lalu lintas tidak perlu lagi melakukan tilang di lapangan.

"Jadi, pada tahap l itu ada penambahan tiga Polda dan 4 Polresta yang totalnya 166 kamera E-TLE. Rencananya pertengahan Maret mendatang akan dilaunching," kata Kepala Korlantas, Polri Irjen Istiono, dalam keterangannya, Jumat (29/1/2021).

Tiga Polda itu yakni Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, dan Polda Riau. Sedangkan empat Polresta yaitu Polresta Jambi, Polresta Gresik, Polresta Bandar Lampung, dan Polresta Padang. Istiono menuturkan, ke depan kamera e-TLE akan terpasang di semua ruas jalan dalam wilayah Indonesia. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. (tribun network/igm/dod)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved