Breaking News:

Muslim Rohingya Terancam Kudeta Myanmar,  Bandara Ditutup Jaringan TV dan Internet Dimatikan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) khawatir kudeta di Myanmar akan memperburuk keadaan sekitar 600 ribu muslim Rohingya

Editor: bakri
AFP/STR
Tentara yang menjaga wisma tempat anggota parlemen tinggal, di Kota Naypyidaw, Myanmar, menurunkan senjata dan barang lainnya dari truk, Selasa (2/2/2021) waktu setempat. 

 Tutup bandara

Pada hari kedua kudeta, Selasa (2/2/2021), para jenderal Myanmar tampak memegang kendali kuat. Pengamanan ekstra diterapkan di jalanan Yangon, kota terbesar dan ibu kota komersial Myanmar. Militer Myanmar juga melakukan patroli dan menerapkan jam malam.

Dilansir BBC, pemerintah sementara menerapkan jam malam dari pukul 20.00 hingga pukul 06.00 waktu setempat. Selain itu, seluruh jaringan televisi, baik domestik maupun internasional dimatikan. Internet dan telepon diputus dan bank tutup lebih awal. Militer mengumumkan 24 menteri dan wakilnya dibubarkan, dan menggantinya dengan 11 orang di keuangan, kesehatan, hingga dalam negeri.

Myanmar juga telah menutup Bandara Internasional di Yangon. Diketahui Bandara Internasional di Yangon merupakan pintu masuk ke negara tersebut.

Manajer Bandara Internasional Yangon, Phone Myint mengatakan kepada Reuters bahwa bandara ditutup sampai Mei.

Ia pun tidak menyebutkan sampai tanggal berapa penutupan bandara akan berlaku. Namun, surat kabar Myanmar Times melaporkan bahwa izin mendarat dan tinggal landas sudah dicabut bagi semua pesawat, termasuk pesawat untuk kepentingan bantuan. Larangan mendarat dan tinggal landas itu, lapor Myanmar Times, berlaku hingga 31 Mei 2021 pada pukul 23:59.(kompas.com/yos/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved