Breaking News:

Polisi Kembali Tetapkan 2 Tersangka, Kasus Pembuatan Ijazah Palsu

Penyidik Satuan Reskrim Polres Bener Meriah kembali menetapkan dua tersangka kasus dugaan penerbitan dan peredaran ijazah palsu

For Serambinews.com
Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Rifki Muslim SH. 

REDELONG - Penyidik Satuan Reskrim Polres Bener Meriah kembali menetapkan dua tersangka kasus dugaan penerbitan dan peredaran ijazah palsu. Kedua tersangka itu, yakni berinisial GW yang berprofesi sebagai tenaga honorer pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Bener Meriah. Kemudian RF yang juga berprofesi sebagai tenaga honorer pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten setempat.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Bener Meriah juga telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan penerbitan dan peredaran ijazah palsu tersebut. Ketiga tersangka itu di antaranya berinisial AS (37) yang bekerja sebagai staf di Dinas Pendidikan Bener Meriah. Kemudian SM (39) sebagai PNS di jajaran Dinas Kesehatan setempat. Selanjutnya, KS (40)  sebagai Kasi Perencanaan pada Dinas Pendidikan setempat.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Rifki Muslim SH kepada wartawan, Selasa (2/2/2021) mengatakan, pada 31 Januari 2021 pihaknya kembali menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan penerbitan dan peredaran ijazah palsu tersebut.

“Setelah gelar perkara, kita kembali menetapkan dua tersangka yaitu GW dan RF. Mereka terlibat sebagai perantara antara pembuat dengan pengguna,” ujar Rifki. Disebutkan, sejauh ini pihaknya telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu tersebut.

Seperti berita sebelumnya, tersangka AS (37)  mengaku sudah membuat sebanyak 30 lembar ijazah palsu yang beredar di seputaran Kabupaten Bener Meriah. Ijazah itu ia jual dengan harga bervariasi,  Rp 300 ribu hingga Rp 3 juta per lembar. Tersangka melakukan dengan tiga cara  untuk memalsukan ijazah tersebut.  Pertama,  memakai blangko ijazah asli yang tersisa di Disdik Bener Meriah.

Kedua, ijazah asli yang tidak diambil pemiliknya diubah nama dengan cara dikeruk nama asli yang sebelumnya tertera dalam ijazah tersebut. Kemudian membuat nama orang yang memerlukan ijazah tersebut.

Ketiga, tersangka membuat ijazah palsu dengan menggunakan kertas karton yang dibeli di percetakan, kemudian diprint sehingga tampak seperti asli. Ijazah tersebut dibuat oleh tersangka sejak 2019 hingga 2020 lalu. Sedangkan tersangka SM (39) berperan sebagai perantara dari tersangka KS (40) dalam transaksi jual beli ijazah palsu tersebut.

“Setelah kita gelar perkara, sejauh ini sudah ditetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ijazah palsu tersebut,” ujar Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK kepada wartawan, Rabu (27/1/2021) pekan lalu.

Berdasarkan pengakuan tersangka, sejauh ini sudah 80 lembaran ijazah palsu yang diedarkan. Sebagian ijazah tersebut sudah dipakai oleh pemiliknya untuk berbagai keperluan, namun sebagian lagi belum digunakan.  

“Dari 80 lembar ijazah palsu yang beredar itu, ada yang sudah digunakan dan ada juga yang belum digunakan sama sekali,” ungkapnya. Namun, kata Rifki, pihaknya akan terus mendalami kasus ijazah palsu yang telah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Bener Meriah. “Kepada tersangka saat ini kita jerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman pidana lima tahun dan maksimal tujuh tahun penjara,” terangnya.(bud)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved