Breaking News:

Warga Gunakan Kayu dan Karung Pasir sebagai Penahan Ombak

Tanggul penahan ombak di pantai Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, tak kunjung dibangun

SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Warga memasang kayu untuk menahan ombak di pinggir pantai Danau Belibis, Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Senin (1/2/2021). 

SINGKIL - Tanggul penahan ombak di pantai Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, tak kunjung dibangun. Padahal di bagian sisi lain pantai telah dibangun tanggul penahan ombak. Warga setempat lalu berinisiatif membuat 'tanggul darurat' menggunakan kayu dan karung berisi pasir.

Sebagaimana diketahui, tak adanya tanggul menyebabkan abrasi yang merusak keindahan pantai serta bangunan milik warga. Panjang pantai yang belum dipasang tanggul pengaman sekitar 625 meter. Mulai dari lokasi wisata Danau Belibis hingga ke Pelabuhan Aceh Singkil.

"Lanjutan pembangunan tanggul pemecah gelombang sepanjang 625 meter di pantai wisata Danau Belibis Pulo Sarok sudah 10 tahun terkatung-katung. Sehingga menyebabkan abrasi parah," kata Ismail Saleh Lubis, pengelola wisata di Danau Belibis, Selasa (2/1/2021).

Lantaran tidak ada kejelasan pembangunan tanggul, Ismail berinisiatif membangun tanggul penahan ombak menggunakan kayu serta karung berisi pasir. "Kami keluarkan duit pribadi puluhan juta rupiah untuk mengamankan secara darurat beberapa puluh meter pantai wisata dengan material cerucuk kayu damli," ujar Ismail.

Warga berharap pembangunan tanggul segera dilakukan agar tanah di pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Singkil itu tidak terus digerus abrasi.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved