Breaking News:

DPRK Nagan Pertanyakan Reklamasi Tambang Batu Bara

DPRK Nagan Raya memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten setempat terkait reklamasi tambang batu bara PT Bara Energi Lestari (BEL)

Serambi Indonesia
Pertemuan DPRK, Pemkab, dan PT BEL, terkait reklamasi bekas tambang batu bara di Gedung DPRKNagan Raya, Februari 2020 silam. 

SUKA MAKMUE - DPRK Nagan Raya memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten setempat terkait reklamasi tambang batu bara PT Bara Energi Lestari (BEL) yang beroperasi di wilayah itu. Pertemuan DPRK dan DLH berlangsung di Ruang Komisi III DPRK setempat, Rabu (3/2/2021).

Rapat dengar pendapat (RDP) itu dipimpin Ketua Komisi III Zulkarnain dan dihadiri anggota Said Alwi, Sarimin, Sulaiman, dan Saiful Bahri. Sementara dari DLH dihadiri Kadis T Hidayat, Kabid Pengawasan Samsul Kamal, Kabid Amdal Jufrizal, dan sejumlah staf dari dinas tersebut.

Ketua Komisi III DPRK Zulkarnain mengatakan, pemanggilan DLH guna menjelaskan sejauh mana reklamasi atau penutupan kembali tambang batu bara PT BEL di kawasan Alue Buloh, Kecamatan Seunagan. Pasalnya, lubang bekas tambang batu bara yang sangat besar berdampak buruk terhadap lingkungan.

Zulkarnain menyatakan, persoalan lingkungan ini harus disikapi serius. Komisi III DPRK akan berkonsultasi ke DPRA guna mempertanyakan masalah itu ke dinas terkait di provinsi.

Menanggapi hal itu, Kadis DLH T Hidayat didampingi Kabid Amdal mengatakan, Pemkab sudah pernah menurunkan tim ke lokasi bekas tambang batu bara beberapa waktu lalu. Bahkan pihaknya sudah berkonsultasi ke dinas terkait di Pemerintah Aceh. "Dalam pertemuan beberapa waktu lalu sudah pernah kami sampaikan kepada pihak perusahaan untuk menutupnya," katanya.

Dikatakan, lubang bekas tambang batu bara sangat membahayakan warga sekitar serta ternak milik mereka.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved