Breaking News:

Salam

Dua Balita Tewas Dalam Septik Tank, Pelajaran Bagi Orangtua

Dua bocah di Aceh Tamiang ditemukan meninggal dalam septic tank (bak penampung air kotor) yang belum sepenuhnya selesai dikerjakan

For Serambinews.com
Kondisi septic tank tempat korban ditemukan meninggal dunia, Selasa (2/2/2021). 

Dua bocah di Aceh Tamiang ditemukan meninggal dalam septic tank (bak penampung air kotor) yang belum sepenuhnya selesai dikerjakan. Nyawa kedua balita tersebut tidak tertolong karena kejadian ini luput dari perhatian sang ibu yang saat itu sedang berkaraoke di dalam rumahnya.

Kedua bocah itu dipastikan meninggal di tempat kejadian karena diduga terlambat mendapat pertolongan. Kedua korban sempat dievakuasi ke bidan desa setempat, namun tim medis menyatakan mereka sudah lebih dulu mengembuskan napas terakhir.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan menjelaskan, kedua korban merupakan tetanggaan yang sehari‑sehari sering main bersama. Septic tank itu berada di halaman belakang rumah.

Awalnya, kedua balita dalam pengawasan ibu salah satu korban yang saat itu sedang membersihkan rumah. Tapi, seusai membersihkan rumah, ia beristirahat dan kemudian menyalakan musik dengan volume tinggi sambil berkaraoke.

Ia  baru teringat terhadap kedua korban saat tidak lagi melihat dan mendengar suara anak dan temannya bermain. Dia pun sempat berteriak memanggil anaknya, namun tak ada jawaban. Setelah dicari, ternyata kedua korban sudah berada dalam septic tank dengan kondisi tidak bergerak.

Para tetangga yang datang menolang tak lagi bisa menyelamatkan nyawa kedua korban yang diduga memang sudah lebih dulu meninggal di dalam septik tank itu. Kemudian jenazah mereka dimakamkan pihak keluarganya bersama warga setempat.

Polisi mengatakan, kasus meninggalnya dua balita itu tidak tertutup kemungkinan berlanjut atau akan diproses secara hukum. Sebab, ada dugaan kelalaian dari pemilik rumah yang membiarkan septik tank itu terbuka sehingga membuat kedua korban terperosok ke dalamnya. Sebagai tahap awal penyelidikan kasus tersebut, pihaknya sudah memasang garis polisi (police line) di sekeliling septik tank tempat korban tenggelam.

Kita semua pasti sangat prihatin atas tragedi yang merenggut nyawa dua balita itu dan berdoa agar keduanya menjadi penghuni syurga. Kedua, kita juga setuju atas pernyataan polisi tentang adanya unsur kelalaian para orang tua dalam menjaga anak serta membiarkan bak penampung itu terbuka. Padahal, mereka tahu area itu sering menjadi lokasi anak-anaknya bermain.

Di sisi lain, kita juga ingin mengingatkan kembali bahwa anak adalah anugerah yang diberikan Allah Swt kepada setiap pasangan suami istri. Sebagai orangtua, sudah sepatutnya menjaga anak, layaknya menjaga diri sendiri. Apalagi anak tersebut masih di bawah umur atau balita yang membutuhkan banyak perhatian orangtua.

Namun, terkadang ada sebagian orangtua lalai terhadap buah hatinya. Mereka acuh dan membiarkan anak bertindak sesukanya tanpa ada pengawasan. Padahal jika tidak diasuh secara baik, bahaya pun mengancam keselamatan anak, seperti kasus yang menimpa dua balita di Tamiang tadi.

“Orangtua yang abai mengawasi buah hatinya perlu mendapat sanksi agar menjadi pembelajaran,” kata pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Devi Rahmawati. “Orangtua yang lalai seharusnya diberikan sanksi karena tidak mampu mendampingi anak‑anaknya."

Di Indonesia, Kewajiban orangtua terhadap anak diatur dalam Undang‑Undang Nomor 35 Tahun 2014. UU tersebut merupakan perubahan atas Undang‑Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pasal 26 Undang‑Undang tersebut mengatakan bahwa kewajiban orangtua terhadap anak mencakup empat hal. Yaitu, mengasuh, memelihara, melindungi, dan mendidik anak.

Akan tetapi, yang kita kihat setiap kali peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli, tema yang mengemuka adalah tentang keprihatinan karena banyak anak di negeri ini yang tidak sepenuhnya mendapat hak-hak (terasuh, terpelihara, terlindungi, dan terdidik) sebagai anak dari para orang tua.

Oleh sebab itu, peristiwa pilu yang menimpa dua balita di Kabupaten Aceh Tamiang itu hendakanya menjadi pelajaran penting bagi para orang yang saat ini memiliki anak-anak yang masih balita atau bocah. Sebab, mereka masih harus mendapat pengawasan ketat saat tidur, makan, bermain, dan lain-lain. Makanya, para orang tua jangan sekali-kali lalai.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved