Breaking News:

Pemkab Bireuen Harus Miliki Izin Menpora, Terkait Stadion Cot Gapu Dirobohkan

Sebelum Stadion Cot Gapu dirobohkan, apa Pemkab sudah ada izin dari Menpora. Perlu diketahui, stadion kita ini sudah dikenal dan diketahui oleh pusat

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ YUSMANDIN IDRIS
Keadaan stadion Cot Gapu Bireuen sebelah barat, atap tribun tertutup sudah tidak ada lagi karena diterbangkan angin beberapa bulan lalu, satu bangunan juga rusak diterjang angin. 

BANDA ACEH - Keinginan Pemkab Bireuen untuk merobohkan Stadion Cot Gapu tidak bisa sembarangan. Tapi, pembongkaran tersebut harus memiliki izin dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Sebelum Stadion Cot Gapu dirobohkan, apa Pemkab sudah ada izin dari Menpora. Perlu diketahui, stadion kita ini sudah dikenal dan diketahui oleh pusat. Jadi, ada aturan untuk membongkarnya,” kata anggota DPRK Bireuen, Ismal Adam kepada Serambi, Rabu (3/2/2021) malam.

Menurut anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bireuen itu, keinginan untuk merobohkan Stadion Cot Gapu harus merujuk kepada Pasal 67 ayat (7) Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Nomor 3 tahun 2005.

Pasal 67 ayat (7) itu berbunyi: Setiap orang dilarang meniadakan dan/atau mengalihfungsikan prasarana olahraga yang telah menjadi aset/milik Pemerintah atau pemerintah daerah tanpa rekomendasi Menteri dan tanpa izin atau persetujuan dari yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Karena itulah, tegas Ismail Adam, sebaiknya Pemkab harus penuhi dulu aturan tersebut. Dari penjelasan UU SKN, jelas sekali pemerintah tak boleh sembarangan merobohkan fasilitas tanpa alasan yang pasti. Terlebih, pembongkaran nantinya akan merugikan masyarakat Bireuen.

Saat ini, sebutnya, Stadion Cot Gapu hanya satu-satunya sarana olahraga yang dimiliki. Malahan, dari sejak dulu, kalau stadion tersebut dikenal sebagai home-base PSSB Bireuen. Apalagi, kini anak-anak Bireuen sedang berlatih guna persiapan mengikuti Pra-PORA. “Kalau stadion ini dirobohkan, di mana anak-anak Bireuen berlatih nanti,” ungkapnya.

Meski Cot Gapu kurang terawat, tambahnya, stadion ini sudah memenuhi standar nasional. Buktinya, sejak tahun 2007 hingga 2018 lalu, Stadion Cot Gapu berhasil lolos dari verifikasi PT Liga Indonesia Baru (LIB). Sehingga, layak untuk menggelar kompetisi divisi utama atau Liga 2.

Pada bagian lain, Ketua Majelis Pertimbangkan Daerah (MPD) PKS Bireuen secara terbuka mengungkapkan, bahwa untuk penghapusan aset daerah tersebut harus memenuhi aturan. Artinya, pembongkaran itu tak boleh dilakukan tanpa perencanaan yang matang.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) belum ada rencana membangun Stadion di Paya Kareung, Kecamatan Peusangan, Bireuen sebagai pengganti Stadion Cot Gapu.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi X DPR RI asal Aceh, komisi yang membidangi olahraga, Hj Illiza Sa'duddin Djamal  setelah mendapat konfirmasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta tentang rencana pembangunan  Stadion Paya Kareung.

"Jawaban dari Kemenpora bahwa belum ada rencana pembangunan stadion baru di Paya Kareung karena anggaran sangat terbatas,” ungkap politis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu kepada Serambi, Senin (1/2/2021).

Terkait pembongkaran Stadion Cot Gapu, Illiza menegaskan, bahwa rencana tersebut agar memperhatikan Pasal 67 ayat (7) UU SKN. Disebutkan, izin penggantian atau rekomendasi penggantian stadion adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga. Artinya, setiap ingin mengalihfungsikan sarana olahraga harus ada izin Kemenpora.

Pada sisi lain, Ismail Adam mengharapkan Pemkab Bireuen jangan memaksakan diri untuk membangun stadion baru. Karena, pembangunan stadion baru butuh dana besar, dan memerlukan waktu panjang. “Kita harus belajar, gedung dewan dan Kantor PUPR saja sudah mangkrak. Jadi jangan ditambah dengan masalah baru,” tegasnya.

Menurutnya, jika ingin merobohkan Cot Gapu sebaiknya Pemkab Bireuen bangun dulu Stadion Paya Kareung. Lalu, jelaskan dana untuk membangun stadion berapa, dan dari mana. Sehingga, masyarakat Bireuen bisa mengetahui siapa yang bertanggungjawab terhadap pembongkaran Stadion Cot Gapu.

Seharusnya, jelas Ismail Adam, Pemkab fokus saja untuk rehab Stadion Cot Gapu sebagai venue PON 2024 cabang sepakbola. Bukan rahasia lagi, apakah Pemkab punya uang banyak untuk membangun Stadion Paya Kareung. “PON akan digelar tahun 2024, apakah Pemkab bisa menyiapkan Stadion Paya Kareung pada tahun 2023. Jadi, realistis saja untuk masalah ini,” imbuhnya.

Padahal, untuk rehab Stadion Cot Gapu, sebutnya, Pemerintah Aceh akan memplot dana Rp 20 miliar. Dengan dana sebanyak itu, ia meyakini fasilitas Cot Gapu semakin bagus, dan lengkap. Sehingga kesempatan menjadi tuan rumah cabang sepakbola PON tetap ada di Bireuen. “Sebelum stadion baru dibangun, jangan robohkan dulu Cot Gapu,” pungkasnya.(ran)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved