Breaking News:

Kudeta Pemerintahan Aung di Myanmar, Muslim Rohingya Khawatir Militer Akan Lakukan Pembantaian Lagi

“Kami khawatir Tatmadaw (tentara Myanmar) akan melancarkan operasi lagi," kata Muhammad Ansar (35)

AFP
Para pejabat Bangladesh mengatakan akan memindahkan 2.000 hingga 3.000 lebih pengungsi ke Bhasan Char meskipun ada kritik internasional. 

"Faktanya, mereka mengidentifikasi mereka sebagai teroris, dan mereka tidak memberikan hak-hak mereka berdasarkan hukum internasional, dan di bawah hukum humaniter, sebagai pengungsi."

"Dan kami melihat hal itu terus berlanjut. Mereka melihat Muslim Rohingya sebagai masalah, bukan sebagai orang yang tertindas sehingga mereka perlu didukung pada saat yang dibutuhkan ini," pungkasnya.

Kamp Pengungsian Penuh

Kamp pengungsian menjadi penuh sesak sejak Agustus 2017, ketika Muslim Rohingya mulai meninggalkan rumah mereka di Negara Bagian Rakhine menyusul gelombang serangan oleh tentara Myanmar dan gerombolan Buddha.

Ratusan ribu Muslim dirobohkan dengan kekerasan pada bulan-bulan berikutnya, didorong oleh tindakan keras militer yang brutal.

()ILUSTRASI - Sekelompok migran diselamatkan, sebagian besar Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh, mengangkat tangan mereka saat tiba di daerah kurungan baru di kota nelayan Kuala Langsa di Aceh pada 15 Mei 2015. Lebih dari 750 Rohingya dan migran Bangladesh diselamatkan pada tanggal 15 Mei. AFP PHOTO / Chaideer MAHYUDDIN (AFP PHOTO / Chaideer MAHYUDDIN)

Militer Myanmar Bebaskan 400 Orang, Aung San Suu Kyi Tetap Ditahan

Tindakan itu telah membunuh ribuan dari mereka.

Apa yang terjadi pada Agustus 2017 begitu mengerikan sehingga PBB menyebutnya genosida.

Mereka yang selamat dari pembunuhan brutal mencari perlindungan di Bangladesh dan negara-negara tetangga, berharap suatu hari bisa pulang.

Tetapi untuk saat ini tampaknya ribuan dari mereka harus melakukan perjalanan berbahaya lainnya.

Rohingya adalah etnis minoritas paling teraniaya di dunia yang dihantui oleh masa lalu, dan masa depan yang juga tak menentu.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved