Breaking News:

Kudeta Pemerintahan Aung di Myanmar, Muslim Rohingya Khawatir Militer Akan Lakukan Pembantaian Lagi

“Kami khawatir Tatmadaw (tentara Myanmar) akan melancarkan operasi lagi," kata Muhammad Ansar (35)

AFP
Para pejabat Bangladesh mengatakan akan memindahkan 2.000 hingga 3.000 lebih pengungsi ke Bhasan Char meskipun ada kritik internasional. 

Undang-undang kewarganegaraan tahun 1982 mencabut kewarganegaraan mereka, menjadikan mereka salah satu komunitas tanpa kewarganegaraan terbesar di dunia.

Meski Eksodus ke Bangladesh terus berlangsung sejak tahun 1970-an, tidak ada yang secepat dan masif seperti yang terjadi pada Agustus 2017 yang menyoroti krisis Rohingya di seluruh dunia.

()ILUSTRASI - Sekelompok pengungsi Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh tidur di sebuah auditorium olahraga pemerintah di Lhoksukon di Provinsi Aceh pada 12 Mei 2015 setelah tim penyelamat Indonesia menemukan perahu mereka membawa 573 penumpang terdampar di perairan utara Aceh provinsi. Hampir 2.000 orang perahu dari Myanmar dan Bangladesh telah diselamatkan atau berenang ke pantai di Malaysia dan Indonesia. AFP PHOTO / CHAIDEER MAHYUDDIN (AFP PHOTO / CHAIDEER MAHYUDDIN)

Ada pembicaraan tentang pemulangan Rohingya selama beberapa tahun terakhir, tetapi hingga hari ini tidak ada yang terjadi.

Alasan utama kurangnya tindakan ini adalah karena pemerintah Myanmar selalu tidak mau menerima para pengungsi, meskipun Bangladesh berulang kali mendorong keras untuk memulai repatriasi.

Tetapi Myanmar telah menunda pemulangan dengan mengatakan bahwa perlu lebih banyak waktu untuk pengaturan logistik.

Sumber: Press TV

(TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Terjadi Kudeta di Myanmar, Muslim Rohingya Khawatir Militer Akan Lakukan Pembantaian Lagi

Editor: Amirullah
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved