Berita Lhokseumawe

Segel RS PMI Aceh Utara Dibuka, Ini Kata Rekanan

Pihak PT Peugot Konstruksi akhirnya membuka segel Rumah Sakit Palang Merah Indonesia  (PMI) Aceh Utara sekaligus menurunkan spanduk pada Jumat...

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/ZAKI MUBARAK
Pihak PT Peugot Konstruksi akhirnya membuka segel Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara sekaligus menurunkan spanduk pada Jumat (5/2/2021) sore. 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE-  Pihak PT Peugot Konstruksi akhirnya membuka segel Rumah Sakit Palang Merah Indonesia  (PMI) Aceh Utara sekaligus menurunkan spanduk pada Jumat (5/2/2021) sore. Hal ini dilakukan setelah pihak rumah sakit berjanji akan membayar Rp 200 juta dari total utang Rp 2  miliar.

Abdullah dari PT Peugot Konstruksi kepada Serambinews.com di Lhokseumawe, Sabtu (6/2/2021) menerangkan segel rumah sakit dibuka setelah terjadi komunikasi dengan T Hasansyah jurubicara Rumah Sakit PMI Lhokseumawe tentang perjanjian bayar utang.

“Kita langsung buka segel setelah ada keputusan akan dibayar utang tahap awal ini sebesar Rp 200 juta, walau kita minta dibayar Rp 500 juta. Janjinya uang tersebut akan dilunasi dalam bulan Februari ini,” jelas Abdullah.

Menurutnya dalam pertemuan di salah satu cafe yang berlokasi di depan rumah sakit tersebut, T Hasansyah juga mengungkapkan sisa utang akan dibayar setelah pihak rumah sakit melakukan evaluasi internal.

“Nantinya akan dibuatkan suatu perjanjian bersama yang membuat tata cara pembayaran, besarnya nilai dan masa pelunasannya,” sebutnya.

Terkiat soal ancaman akan dilaporkan ke polisi oleh pihak rumah sakit, Edo mengaku pihaknya tidak berniat melakukan pelanggaran hukum atau mencemarkan nama baik rumah sakit, karena aksi segel dan pasang spanduk tersebut semata-mata menuntut pembayaran utang pekerjaan tahun 2018 lalu.

“Kami tidak bermaksud mencemarkan nama baik RS, kami hanya menuntut hak kami (biaya renovasi gedung dan fasilitas lainnya) sesuai dengan spanduk yang kami pasangkan, di luar dari itu bukan pernyataan dari kami, apalagi sampai ke persoalan gaji perawat belum terbayar,” tegas Abdullah.

Ia berharap setelah kejadian tersebut, Rumah Sakit PMI kembali beroperasi dan utang yang belum terbayar bisa segera dilunasi.

“Harapan kami kepada Pihak RS PMI Aceh Utara  segera beroperasional kembali, mengingat RS ini adalah harapan masyarakat kota Lhokseumawe dan Aceh Utara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pengurus PMI Aceh Utara, T Hasansyah, SH menyebutkan usai pertemuan dengan pihak rekanan pada Kamis sore lalu, segel langsung dibuka dan spanduk juga diturunkan.

“Kami dan pihak rekanan sudah bertemu dan sudah ada kesepakatan utang akan dibayar untuk tahap awal Rp 200 juta, sisanya akan kita bayar setelah ada evaluasi internal manajemen rumah sakit,” singkatnya.(*)

Pihak Venue Acara Beri Keterangan Terkait Batalnya Pernikahan Ayu Ting Ting dan Adit Jayusman

Direkom Shin Tae-yong ke Klub Ansan Greeners FC Asnawi Mangkualam Akui Ingin Buktikan Kemampuannya

Malam Ini, Duel Antara Man United dan Everton di Old Trafford- Setan Merah Mustahil Kalah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved