Breaking News:

Partai Islam Aceh Dideklarasi

Partai Islam Aceh (PIA), salah satu partai politik lokal Aceh yang pertama muncul tahun 2017 silam, kembali mendeklrasikan diri

For Serambinews.com
Pengurus mendeklarasi Partai Islam Aceh (PIA) di gedung Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu (6/2/2021). 

BANDA ACEH - Partai Islam Aceh (PIA), salah satu partai politik lokal Aceh yang pertama muncul tahun 2017 silam, kembali mendeklrasikan diri sebagai salah satu partai politik lokal Aceh. Kegiatan deklarasi dilakukan oleh puluhan pengurus dan kader partai tersebut di gedung Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu (6/2/2021).

Hadir sejumlah tokoh dalam deklarasi itu, mantan Ketua DPRA, Hasbi Abdullah, Drs Mahdi Efendi, Kepala Badan Kesbangpol Aceh, mantan Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof Dr Darni M Daud, Jubir KPA Pusat, Azhari Cagee, dan sejumlah tokoh lainnya. Mantan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain, juga menyampaikan tausiahnya dalam deklrasi tersebut.

Selain itu juga diikuti sekitar 150 orang peserta, di antaranya deklarator dan Pengurus Nanggroe PIA, perwakilan pengurus kabupaten/kota, perwakilan parpol nasional dan lokal, perwakilan ormas, okp, dan media massa.

Untuk diketahui, Partai Islam Aceh atau PIA sebenarnya bukan partai lokal baru di Aceh. PIA sudah menunjukkan eksistensinya sejak 2017 silam. Bahkan saat itu, PIA pernah mendaftar sebagai peserta Pemilu 2019.

Kemarin, PIA kembali dideklarasi dengan wajah-wajah baru sebagai pengurus, di mana PIA diketuai oleh Dr Drs H Bustami Usman MPd. Deklrasi PIA ditandai pembacaan naskah deklarasi oleh Sekjen PIA, Drs Amiruddin Cut Hasan didampingi sejumlah pengurus lainnya, diikuti segenap pengurus termasuk Ketua Umum PIA, Dr Drs H Bustami Usman Mpd.

Ketua Panitia Deklarasi PIA, Drs H Adnan Majid MAp, dalam sambutan menjelaskan, deklrasi kembali PIA ini dilakukan agar masyarakat mengetahui keberadaan PIA. "Masyarakat mengetahui keberadaan Partai Islam Aceh dan para deklarator diharapkan mampu menyusun pengurus mendatang yang dapat bekerja maksimal, cerdas, ikhlas, dan profesional untuk kepentingan mewujudkan cita-cita partai," kata Adnan Majid.

Selanjutnya kata dia, Pengurus Nanggroe PIA memiliki agenda besar untuk mewujudkan kepengurusan di kabupaten/kota seluruh Aceh yang diawali dengan sosialisasi tentang keberadaan partai.

Sementara Ketua Umum PIA, Dr Drs H Bustami Usman MPd dalam sambutannya mengatakan, dalam MoU Helsinki Aceh diberikan kesempatan untuk mendirikan partai politik lokal sebagai imbalan atau win-win solution perdamaian GAM dengan RI.

"Dalam rangka menjawab kandungan MoU Helsinki tersebutlah Partai Islam Aceh (PIA) lahir dan berkiprah untuk mengulang kembali peran Aceh sebagai daerah modal untuk Indonesia," katanya.

Bustami Usman juga menyebutkan, PIA lahir pada tanggal 22 Syakban 1438 H bertepatan dengan 19 Mei 2017. "PIA ini reinkarnasi dari Partai Aceh Aman Sejahtera (PAAS). Kemudian 2017 jadi PIA, pernah mendaftar tapi kita belum lolos saat itu. Untuk kali ini Insya Allah, karena kepengurusan di kabupaten/kota sudah 50 persen, mungkin dalam waktu dekat sudah 100 persen," pungkasnya.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved