Breaking News:

Opini

Menulislah untuk Rakyat

Judul tulisan ini, saya kutip dari pesan seorang guru besar saat ujian terbuka doktoral saya di Universitas Diponegoro, Semarang

Sulaiman Tripa, Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala dan Pengajar Fame 

Saya tidak ingat persis tahun berapa pertama menulis opini di koran Serambi Indonesia. Ada dua hal yang pasti. Pertama, saya menulis sejak mahasiswa, masuk Universitas Syiah Kuala tahun 1996 dan mulai aktif di Bagian Hubungan Masyarakat Biro Rektor setahun kemudian. Sejak 1996 sudah mendapat kesempatan aktif di Senat Mahasiswa, hingga tahun 2000 dipercayakan memimpin Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM).

Jika merujuk pada waktu ini, kemungkinan karya di koran ini pertama dimuat dalam rentang tahun 1997-1998. Kedua, selain opini, saya juga di awal-awal pernah mengisi satu esai budaya. Saya ingat, seminggu sebelum dimuat, saya diperkenalkan secara khusus oleh Nurdin F Joes kepada almarhum Hasyim KS. Perkenalan ini karena Hasyim KS dalam satu forum menanyakan kepada seniman siapa yang mengenal nama saya. Waktu itu, kalau tidak salah, Nurdin F Joes yang menanggapi. Kesan saya waktu adalah betapa pentingnya seseorang yang bisa tembus kolom budaya tersebut. Setelah ini, opini pun mulai saya isi.

Suatu kali, saat awal-awal kantor Serambi Indonesia pindah ke tempat sekarang ini, saya pernah datang untuk menelusuri dokumen opini. Saya berharap ada catatan yang bisa ditelusuri, menyangkut kapan persisnya pertama saya menulis, serta melacak sesungguhnya sudah berapa karya yang dimuat koran ini sepanjang lebih 20 tahun saya menulis.

Dalam rentang waktu tersebut, secara pribadi saya juga merasakan dampak. Saya hanya ingin melukiskan dampak positif, yakni ketika nama disebut, orang akan langsung merasa dekat dan familiar. Untuk kawasan-kawasan yang di ujung kampung pun, selama di sana terjangkau dengan koran, maka mereka dengan mudah mengingat nama.

Satu pertanyaan dari seorang teman yang terlalu muluk bila saya jawab. Pertanyaannya adalah seberapa besar kontribusi saya terhadap Serambi. Untuk jawaban ini, rasanya terlalu kecil kontribusi. Sebaliknya saya merasakan hal-hal positif dan strategis dengan menulis opini di halaman ini. Saya berusaha mengingat pesan guru, menulislah untuk orang banyak, sepanjang waktu, selama hayat masih dikandung badan. (st_aceh@yahoo.co.id)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved