Breaking News:

Salam

Jangan Lalai, Corona Masih Sangat Merebak

Empat pejabat di lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) positif terinfeksi Covid‑19. Mereka adalah Rektor Prof Dr Samsul Rizal MEng

Editor: bakri
FOTO HUMAS UNSYIAH
Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU 

Empat pejabat di lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) positif terinfeksi Covid‑19. Mereka adalah Rektor Prof Dr Samsul Rizal MEng, Wakil Rektor IV Prof Dr Hizir Sofyan, Kepala Humas Chairil Munawir MM, dan Dekan Fakultas Teknik, Dr Taufik Saidi.

Mereka diketahui positif Covid‑19 berdasarkan hasil swab yang keluar pada 6 dan 7 Februari 2021. Kendati demikian, kondisi keempatnya dalam keadaan baik dan saat ini cukup menjalani isolasi mandiri. Rektor Samsul Rizal yang dihubungi menyatakan, “Ya alhamdulillah, kami baik‑baik saja. Semoga dengan doa sahabat dan rekan‑rekan semuanya kami cepat sembuh.”

Satgas Covid-19 USK  mengimbau siapapun yang pernah kontak erat dengan keempat  akademisi tersebut dalam tiga hari terakhir, segera melakukan uji swab atau isolasi mandiri di rumah selama satu minggu. Hingga dua hari lalu tercatat ada 141 orang di lingkungan USK yang positif terinfeksi virus Corona sejak wabah dari Wuhan, Tiongkok, itu masuk Indonesia pada Februari 2020.

Prof Dr Marwan MT, Ketua Satgas Covid-19 USK yang juga Warek I universitas itu mengimbau kepada dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan agar dapat menjaga diri sebaik mungkin dari wabah ini. Caranya adalah dengan membiasakan diri untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas jika tidak terlalu mendesak. “Selain semua ikhtiar tersebut, kita juga tidak lupa untuk terus berdoa agar diberikan kesehatan dan kekuatan serta memohon kepada Allah agar wabah ini bisa segera berakhir,” kata Marwan.

Ada tiga dampak yang timbul akibat terinfeksinya empat pejabat Universitas Syiah Kuala oleh virus corona. Pertama. Rektor USK Prof Dr Samsul Rizal tidak bisa hadir untuk mengukuhkan empat profesor atau guru besar di USK pada Selasa (9/2/2021). Ia digantikan oleh Wakil Rektor I. Kedua Dr Hizir yang sedianya dikukuhkan sebagai profesor terpaksa ditunda karena yang bersangkutan harus menjalani isolasi.

Dampak ketiga, karena yang positif Covid bukan cuma Prof Samsul Rizal, melainkan juga istri dan semua anaknya, hal ini menyebabkan tempat anaknya bersekolah terpaksa di‑lackdown. Salah satu putri Prof Samsul bersekolah di Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School, Lamnyong, Banda Aceh. Karena anak yang masih duduk di kelas 5 itu pun positif Covid, sehingga sekolahnya  harus didisinfektan total. “Oleh karenanya, sekolah kami lockdown satu minggu terhitung sejak Senin hari ini,” kata General Manager TNA Fatih Bilingual School, Mustafa Cakallioglu. “Kita tetap ikut protokol kesehatan. Semua siswa belajar dari rumah minggu ini,” tegas Mustafa.

Atas kabar itu, kita berdoa supaya para pejabat USK berserta keluarga yang terinfeksi virus Corona itu bisa segera sembuh. Kedua. Kita pun sangat berharap virus dari mereka belum menyebar ke orang-orang lain, terutama di sekolah anak-anak mereka. Kita sangat mengapresiasi pengakuan GM Sekolah Fatih yang mengatakan mereka sangat disiplin menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolahnya.

Pelajaran penting bagi kita semua adalah bahwa virus Corona hingga saat ini masih beredar di lingkungan tempat tinggal kita, tempat kerja kita, dan di tempat-tempat lainnya yang sering kita kunjungi. Oleh sebab itu, kita semua tentu tidak boleh lalai. Ini penting kita sampaikan selalu mengingat belakangan ini, masyarakat kita memang sudah cenderung lengah. Ada yang sudah melupakan virus Corona. Jika beberapa bulan lalu di depan toko-toko, warung, serta tempat-tempat lainnya disediakan fasilitas cuci tangan, kini banyak yang sudah menghilang. Kalau pun ada, tapi tidak ada air dan sabun. Ini bukti bahwa kita mulai lengah.

Harapan paling penting tentu saja kita tujukan kepada para penyelenggara pendidikan. Sekolah-sekolah mestinya lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai ada anak masuk sekolah tanpa masker. Jangan sampai anak-anak lupa menjaga jarak di lingkungan sekolah. Artinya aktivitas anak di sekolah harus betul-betul diatur untuk mencegah jangan sampai berkerumun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved