Breaking News:

Berita Aceh Besar

Nisan Kuno Peninggalan Abad 18 Terkena Proyek Tol Sibanceh, Diduga Makam Ulama Era Kesultanan Aceh

Batu nisan diduga peninggalan abad 18 tersebut ditemukan tepatnya pada gerbang tol Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Rabu (10/2/2021).

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/ HENDRI ABIK
Kondisi nisan kuno didugamakam para ulama era Kesultanan Aceh Darussalam di kawasan Kajhu, Baitusalam, Aceh Besar yang terkena pembangunan proyek Tol Sibanceh, Rabu (10/2/2021). 

Muhammad Nasir | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Sejumlah nisan kuno yang diduga peninggalan dari Kerajaan Aceh Darussalam di masa lalu, ditemukan di area proyek Tol Sigli Banda Aceh (Sibanceh).

Batu nisan diduga peninggalan abad 18 tersebut ditemukan tepatnya pada gerbang tol Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Rabu (10/2/2021).

Pantauan Serambinews.com, di lokasi terlihat ada puluhan nisan yang berbentuk bulat dan memanjang. Nisan tersebut ditemukan oleh lembaga pemerhati sejarah, Peusaba Aceh.

"Ini terlihat dari bekas galian yang menunjukkan bahwa makam di sana adalah makam raja-raja dan makam para ulama besar Aceh era Kesultanan Aceh Darussalam," ujar Ketua Peusaba Aceh, Mawardi Usman.

Mawardi mengaku, sangat terkejut dengan kabar bahwa pihak pembangunan proyek Jalan Tol Kajhu berencana merusak dengan memindahkan kompleks situs purbakala tersebut.

DPRK Abdya Plot Rp 1 Miliar untuk Proses Tahapan, Dukung Pilkada Aceh Dilaksanakan Tahun 2022

Mulailah Tidur Tanpa Menggunakan Pakaian Dalam Malam Ini, Dokter Ungkap Kesehatan yang Luar Biasa

Walikota Tiba di Langsa Langsung Skrining, belum Bisa Divaksin Karena Tekanan Darah Tinggi dan Demam

Ia menjelaskan, kawasan situs sejarah Kajhu yang ada di Baitussalam adalah kawasan khusus era kesultanan Aceh Darussalam.

Kala itu, kawasan tersebut tunduk dan diperintah langsung di bawah sultan yaitu di antaranya meliputi kawasan Kajhu, Cadek, Lambada, Kuala Gigeng, dan sekitarnya.

"Kawasan ini merupakan kawasan penting era Kesultanan Aceh Darussalam," ucap Mawardi.

Ia menambahkan, kompleks situs purbakala berusia ratusan tahun tersebut saat ini dalam kondisi terancam hilang dan musnah oleh proyek jalan tol.

Sementara itu,sejarawan sekaligus arkeolog Aceh, Husaini Ibrahim mengatakan, puluhan nisan yang ditemukan di gerbang tol Sibanceh itu diperkirakan punya abad 18 dan 19.

Begini Suasana Vaksin Sinovac Perdana di Aceh Selatan, Sejumlah Pejabat tak Lolos karena Sebab Ini

Modus Tanya Alamat Warung, Pemuda Asal Bireuen Ini Ajak Bocah 8 Tahun Masuk ke Dalam Kamar

Jadi Orang Pertama Divaksin Covid-19, Begini Perasaan Dandim Aceh Jaya, Arief Hidayat: Tidak Terasa

"Itu berkisar pada antara abad 18 hingga 19 akhir. Kalau kita melihat model itu lebih ke makam ulama," kata Husaini.

Ia menjelaskan, apabila dilihat dari bentuknya, nisan tersebut merupakan tipe silendris. Tipe ini pada umumnya milik ulama, karena tak ada hiasan atau tulisan apa pun di nisan tersebut.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved