Minggu, 12 April 2026

Video

VIDEO - Demo Anti Kudeta Militer Hari Keempat Meski Ada Larangan Berkumpul

Kami telah melihat janji palsu setelah kudeta militer tahun 1990. Butuh dua dekade untuk kembali ke pemerintahan sipil.

Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Safriadi Syahbuddin

SERAMBINEWS.COM, YANGON - Para pengunjuk rasa turun ke jalan pada hari keempat, menentang peringatan militer soal tindakan hukum jika terjadi pertemuan publik pada Selasa (9/2/2021).

Dewan Administrasi Negara, yang dipimpin oleh panglima militer Min Aung Hlaing setelah kudeta pekan lalu, telah memberlakukan jam malam nasional sepanjang malam dan melarang pertemuan publik lebih dari lima orang.

Ratusan ribu pengunjuk rasa anti-kudeta berunjuk rasa di Yangon, Mandalay dan Nay Pyi Taw, tiga kota terbesar, dan bagian lain, menuntut diakhirinya kekuasaan militer dan pembebasan para pemimpin yang ditahan.

Pasukan keamanan dikerahkan untuk mencegah pengunjuk rasa di kota-kota pinggiran berbaris menuju pusat kota, lokasi demonstrasi yang lebih besar.

Pada Senin malam, panglima militer berpidato untuk pertama kalinya di televisi sejak kudeta, memastikan pemilihan akan dilakukan setelah satu tahun pemerintahan militer.

Zin Mar Aung, seorang anggota Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang berkuasa, mengatakan mereka tidak percaya pada janji junta militer.

"Kami juga telah melihat janji palsu setelah kudeta militer tahun 1990. Butuh dua dekade untuk kembali ke pemerintahan sipil. Jadi, kami tidak akan membiarkan ini terjadi lagi," kata Aung kepada Anadolu Agency via telepon.(*)

Sumber: Anadolu Agency

VIDEO - Ribuan Pengunjuk Rasa Turun ke Jalan Menentang Kudeta Militer Myanmar

Jutaan Rakyat Myanmar Berani Turun ke Jalan Protes Aksi Kudeta, Penguasa Militer Tak Menyangka

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved