Breaking News:

Kajian Islam

Puasa Rajab Sunnah atau Bid'ah? Berikut Penjelasan Buya Yahya pada Buletin Risalah Al-Bahjah

Sebenarnya masalah puasa rajab sudah dibahas tuntas oleh ulama-ulama terdahulu dengan jelas dan gamblang.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Mursal Ismail
Instagram / @buyayahya_albahjah
Buya Yahya 

Dengan Risalah kecil ini mari kita lihat hujjah para ulama tentang puasa bulan Rajab dan mari kita juga lihat perbedaan para ulama di dalam menyikapi hukum puasa di bulan Rajab.

Yang jelas bulan Rajab adalah termasuk bulan Haram yang 4 (Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharrom dan Rojab) dan bulan haram ini dimuliakan oleh Allah SWT, sehingga tidak diperkenankan untuk berperang di dalamnya dan masih banyak keutamaan di dalam bulan-bulan haram tersebut khususnya bulan Rajab.

Maka dari itu wajib bagi kami untuk menjelaskan agar jangan sampai ada yang membawa hadits-hadits palsu biarpun untuk kebaikan seperti memacu orang untuk beribadah hukumnya adalah HARAM dan DOSA BESAR.

Menteri Agama Mengutip dari Injil, Buya Yahya Berikan Tanggapan

Sebagaimana ancaman Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim yang artinya Artinya: “Barang siapa sengaja berbohong atas namaku, maka hendaknya mempersiapkan diri untuk menempati neraka”.

Dan perlu diketahui bahwa dengan banyaknya hadis-hadis palsu tentang keutamaan puasa Rajab itu bukan berarti tidak ada hadis yang benar yang membicarakan tentang keutamaannya bulan Rajab.

DALIL-DALIL TENTANG PUASA ROJAB :

1. Dalil Tentang Puasa Rojab Secara Umum Himbauan secara umum untuk memperbanyak puasa kecuali dihari-hari yang diharamkan yang 5.

Dan bulan Rajab adalah bukan termasuk hari-hari yang diharamkan.

Dan juga anjuran-anjuran memperbanyak di hari-hari seperti puasa hari senin, puasa hari kamis, puasa hari-hari putih, puasa Daud dan lain-lain yang itu semua bisa dilakukan dan tetap dianjurkan walaupun di bulan Rajab.

Berikut ini adalah riwayat-riwayat tentang keutamaan puasa.

Hadits Yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori No.5472: Yang artinya, “Semua amal anak adam (pahalanya) untuknya kecuali puasa maka aku langsung yang membalasnya”.

Hadits Yang diriwayatkan oleh Imam Muslim No.1942: Yang artinya, “Bau mulutnya orang yang berpuasa itu lebih wangi dari misik menurut Allah kelak di hari qiamat”.

Yang dimaksud Allah akan membalasnya sendiri adalah pahala puasa tak terbatas hitungan tidak seperti pahala ibadah sholat jama’ah dengan 27 derajat. Atau ibadah lain yang satu kebaikan dilipat gandakan menjadi 10 kebaikan.

Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori No.1063 dan Imam Muslim No.1969: Yang artinya, “Sesungguhnya paling utamanya puasa adalah puasa saudaraku Nabi Daud, beliau sehari puasa dan sehari buka”

Orang Tua Suka Melarang dan Tak Izinkan Main HP, Bagaimana Sikap Anak ? Simak Penjelasan Buya Yahya

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved