Breaking News:

Warga Pertanyakan Nasib Jalan Pereulak-Lokop

Warga dari empat kecamatan di Kabupaten Aceh Timur yang berada di sepanjang ruas jalan Pereulak-Lokop, mulai mempertanyakan

Serambinews.com
Anggota DPRA Daerah Pemilihan Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky. 

IDI - Warga dari empat kecamatan di Kabupaten Aceh Timur yang berada di sepanjang ruas jalan Pereulak-Lokop, mulai mempertanyakan rencana pembangunan jalan di daerah mereka. Pasalnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dikerjakan.

“Mayarakat mulai bertanya-tanya, karena sampai sekarang jalan itu belum juga dikerjakan,” ungkap tokoh masyarakat Kecamatan Serbajadi Lokop, Aceh Timur, Ir H Kasad, kepada Serambi, Rabu (10/2/2021).

Kasad mengatakan, informasi yang ia ketahui, jalan Peureulak-Lokop itu sebelumnya sudah diakomodir dalam APBA 2021 yang dilaksanakan melalui skema kontrak tahun jamak atau multiyears. Jalan yang akan dibangun mulai dari Simpang Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak hingga Kecamatan Serbajadi (Lokop), serta hingga perbatasan Gayo Lues yang dibagi dalam tiga segmen.

“Kalau sampai pembangunan jalan itu tidak jadi dilaksanakan, kami sangat kecewa. Setiap hari warga di sini mengeluh kapan jalan itu akan diperbaiki,” imbuhnya.

Kasad yang juga mantan anggota DPRK Aceh Timur ini mengatakan, kondisi jalan yang rusak itu sudah berlangsung selama 15 tahun. “Pemimpin terus berganti dari satu rezim ke rezim lainnya, tapi hingga saat ini ruas jalan Peureulak-Lokop selalu dalam kondisi rusak,” keluhnya.

Karena itulah, lanjut Kasad, masyarakat sangat berharap agar pemerintah segera membangun jalan tersebut. "Masyarakat sangat membutuhkan jalan ini untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan mereka," ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Fadhil Rahmi, juga pernah mendesak Pemerintah Aceh menurunkan tim untuk mensurvei jalan Peureulak-Lokop yang kondisinya rusak parah.

Saat melakukan reses ke daerah itu, Syekh Fadhil mengaku sangat terkejut melihat kondisi jalan yang hancur-hancuran. Padahal Aceh setiap tahun menerima banyak anggaran dari Dana Otsus.

Al-Farlaky: Sudah Kita Tanya, tapi belum Ada Penjelasan

 Anggota DPRA dari daerah pemilihan (dapil) Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, saat ditanyai mengenai jalan tersebut mengaku belum mendapat penjelasan dari Pemerintah Aceh. Dirinya mengaku sudah menanyakan hal itu dalam sidang paripurna DPRA, Senin (8/2/2021) kemarin.

“Sidang itu dipimpin Ketua DPRA dan juga dihadiri Sekda. Kesempatan itu saya gunakan untuk menanyakan soal progres pembangunan jalan Pereulak-Lokop,” ungkap Iskandar.

Politisi Partai Aceh ini membenarkan jika ruas jalan itu masuk dalam bagian proyek multiyears yang akan dikerjakan mulai tahun ini. “Gubernur Aceh sudah melakukan ground breaking terhadap sejumlah ruas jalan yang masuk multiyears di kawasan barat selatan Aceh. "Itu tanda akan dimulainya pekerjaan, tapi kenapa ruas Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues belum ada tanda-tanda dikerjakan?" ujarnya heran.

Iskandar menyebutkan, ada tiga perusahaan pemenang tender untuk tiga proyek itu. Untuk segmen 1 dikerjakan oleh PT Perapem Prima Mandiri dengan pagu akhir Rp 183,4 miliar, segmen 2 PT Sumber Sari Cipta Marga asal Jakarta Selatan dengan pagu Rp 172,8 miliar, dan segmen 3 PT Wanita Mandiri Perkasa asal Jakarta Pusat dengan pagu akhir Rp 204,2 miliar.

“Sudah kita tanyakan kepada Sekda, tapi belum ada penjelasan. Saat itu dikatakan akan diberikan jawaban tertulis, tapi belum kita terima,” tambah Iskandar lagi.(c49)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved