Breaking News:

Layanan Penerbangan

Batik Air akan Hadirkan Fasilitas Terbaru Hiburan Penerbangan

Tripper yang diperkenalkan sebagai Batik Entertaintment adalah inovasi yang didesain dalam tampilan (interface) “sangat menarik” dan diakses “gratis”.

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM/MASYITAH RIVANI
Penumpang Batik Air yang terbang dari Bandara SIM Banda Aceh mendarat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 16.00 sore.Senin (30/11/2015). 

Kebijakan tersebut berdasarkan aturan yang dirilis oleh Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA),  Federal Aviation Administration (FAA) atau Federasi Penerbangan Federal AS, European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154) mengenai larangan membawa MacBook Pro (Retina 15-Inch), bahwa ditemukan permasalahan pada baterai laptop di produk Apple tersebut yang berpotensi menimbulkan gangguan (hazard)  terhadap faktor keselamatan perjalanan udara.

Covid-19 di Aceh Umumnya OTG, Pemakaian Tempat Tidur Rumah Sakit Rendah

CPNS 2021 - Daftar CPNS 2021 Melalui Portal SSCN, SSCN DIKDIN atau SSP3K? Ini Bedanya

Jadwal Liga Italia Pekan Ini - Napoli Pertaruhkan Nasib Gennaro Gattuso, Nerazzurri Dipepet Juventus

Jadwal Liga Spanyol Pekan Ini - Barcelona Berpeluang Salip Rival Bebuyutannya Real Madrid

Disamping itu, Batik Air juga masih memberlakukan pelarangan membawa dan menggunakan perangkat portabel pengisi daya tambahan bateri (powerbank), dengan ketentuan selama berada di dalam pesawat dilarang menggunakan powerbank. Sebelum keberangkatan, setiap tamu atau penumpang wajib melapor ke petugas secara detail tentang kapasitas powerbank yang dibawa.

Sesuai aturan, powerbank berkapasitas daya maksimum 100 Wh atau 20.000 mAh hanya boleh dibawa ke kabin dan dilarang masuk dalam bagasi tercatat/ terdaftar (checked baggage). 

Selanjutnya, 100-160 Wh atau 20.000-32.000 mAh harus ada persetujuan dari Lion Air Group. Lebih dari 160 Wh dilarang untuk masuk ke dalam pesawat.

“Dalam kondisi masa waspada pandemi Covid-19, Lion Air Group secara konsisten menjalankan semua perawatan pesawat sesuai dengan program perawatan secara berjadwal dan tidak berjadwal,” kata Danang.

Hal ini merupakan kesungguhan dalam setiap pelaksanaan operasional penerbangan, memastikan bahwa pesawat kondisi aman dan laik terbang (airworthy for flight) serta sejalan untuk merencanakan dengan tepat persiapan penerbangan (preparation ready for flight).(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved