Breaking News:

Berita Aceh Timur

Antisipasi Gangguan Gajah, Petani Bergotong Royong Bangun Power Fencing

Biaya membangun power fencing ini dikumpulkan dari petani secara swadaya. Dari kebutuhan Rp 57 juta, saat ini baru terkumpul Rp 13 juta.

Serambinews.com
Petani memulai pembangunan power fencing atau pagar kejut listrik untuk menghalau gangguan gajah liar di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur, Minggu (14/2/2021). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Sudah seminggu sejak Selasa (9/2/2021) lalu, LSM Forum Konservasi Leuser (FKL) bersama dengan petani memulai pembangunan power fencing atau pagar listrik untuk menghalau gangguan gajah liar.

Salah satu petani Abusalim mengatakan, pembangunan power fencing itu dipercepat seiring gangguan gajah yang terus meningkat. Bahkan, pada Minggu (14/2/2021) jarak kawanan gajah liar dengan kebun petani hanya 1,5 km.

Adapun dana operasional untuk membangun power fencing ini dikumpulkan dari petani secara swadaya. Dari kebutuhan Rp 57 juta, baru terkumpul Rp 13 juta dari petani.

"Karena itu kami berharap bantuan dari pemerintah provinsi, daerah, dan dinas terkait untuk membantu agar proses pembangunan power fencing ini segera selesai," ungkap Abusalim didampingi petani lainnya, Juna, dan Abuyamin.

Karim staf lapangan LSM Forum Konservasi Leuser (FKL) mengatakan dalam gotong royong ini petani merintis jalur dan memasang tiang power fencing dengan jarak 10 meter.

Sejauh ini, katanya, dari 17 km target pembangunan power fencing yang sudah dipasang tiang sepanjang 6 km.

"Setelah tiang terpasang 8 km maka langsung kita pasangkan kawat power fencing pada masing-masing tiang tiga tingkat, lalu kita aktifkan arus listriknya dengan harapan dapat mencegah masuknya kawanan gajah ke perkebunan petani," ungkap Karim.

Tgk Janggot & Azis Ditahan, Kasus Keributan di Pendopo Bupati, Satu Tersangka belum Penuhi Panggilan

Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Kampung Hilir, Tapaktuan

Kejanggalan Janda Siti Melahirkan Tanpa Hamil, Polisi Buru Pria Diduga Mirip si Bayi

Petani lainnya, Abu Yamin, mengatakan, untuk mencegah kawanan gajah masuk ke perkebunan petani maka para petani selama ini jaga malam di kebun.

“Meskipun tidur di kebun, 3 bulan lalu kawanan gajah sempat masuk dan merusak tanaman sawit, dan jagung kami. Karena itu, kami berharap power fencing ini segera terbangun," harap Abu Yamin.

Beberapa waktu lalu, masyarakat desa Seumanah Jaya, sempat meminta bantuan Pemkab Aceh Timur, alat berat untuk membuka jalur power fencing.

Namun, hingga saat ini bantuan alat berat itu belum dapat dipenuhi Pemkab Aceh Timur, sehingga masyarakat berinisiatif gotong royong untuk memulai pembangunan power fencing secara gotong royong, karena ancaman gangguan gajah terus terjadi.

Untuk diketahui power fencing ini merupakan bantuan LSM Forum Konservasi Leuser yang didatangkan dari new Zealand, dan saat ini peralatannya suda berada di Desa Seumanah Jaya.

adapun lokasi power fencing tersebut dipasang di antara perbatasan perkebunan petani dengan areal perkebunan sawit swasta.(*)

Penjual Peti Mati Sering Kehabisan Stok Selama Pandemi Covid-19, Rumah Sakit Paling Banyak Beli

Fakta Wanita 24 Tahun Dibunuh Suami Merangkap Muncikari, Korban Dipaksa Layani 10 Pria dalam Sehari

Wanita PSK Tengah Hamil Tua Terjaring Razia, Mengaku Terdesak Ekonomi, Pasang Tarif Rp 250 Ribu

Penulis: Seni Hendri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved