Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Ketimbang Membangun Industri, Mursil Tertarik Perkuat Sektor Pertanian

Sektor pertanian lebih masuk akal dijadikan penopang ekonomi masyarakat dibanding mengundang investor untuk mendirikan indsutri di Aceh Tamiang. 

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas Pemkab Aceh Tamiang
Bupati Aceh Tamiang Mursil menyatakan komitmennya membangun pertanian organik di BPTP Aceh. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Pemkab Aceh Tamiang menyatakan komitmennya memperkuat sektor pertanian dengan melibatkan Maporina Aceh dan BPTP Aceh.

Dukungan dua lembaga ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian organik agar bisa menembus pasar internasional.

Kedua lembaga itupun ditantang untuk segera bekerja serius membantu petani Aceh Tamiang melakukan pola tanam secara organik.

“Saya serius, berapapun anggaran yang dibutuhkan kita sediakan. Tapi jangan coba-coba (eksperimen,” kata Mursil, Minggu (14/2/2021).

Mursil melanjutkan dirinya memang berhasrat menjadikan Aceh Tamiang sebagai sentra pertanian organik. Bukan tanpa alasan, dia melihat program ini lebih masuk akal dijadikan penopang ekonomi masyarakat dibanding mengundang investor untuk mendirikan indsutri di Aceh Tamiang

“Membangun industri ibarat sebuah mimpi, selain biaya, bahan baku kita tidak punya. Hari ini di hadapan kita ada pertanian, mengapa ini tidak ditingkatkan,” ujarnya.

Selain mendukung program ini dengan anggaran, Mursil pun memastikan lahan sawah di Aceh Tamiang sangat  memadai menuju sentra pertanian organik.

“Kita punya lahan sawah 9.300 hektare, saya rasa ini lebih dari cukup untuk dijadikan pusat pertanian organik,” ucapnya.

Faktor pendukung lainnya diungkap Mursil karakter petani Aceh Tamiang sebagai pekerja keras. Dia memastikan teori yang disampaikan Maporina dan BPTP akan diserap dengan baik. 

Hal ini kata dia sudah dibuktikan oleh sebagian kelompok petani yang berhasil menanam bawang dan padi organik. 

“Petani kami hanya butuh bimbingan, kalau urusan kerja keras, saya yang jamin. Kalian tidak akan menemukan petani membawa proposal di Tamiang,” tegasnya.(*)

Maporina dan BPTP Tertarik Jadikan Aceh Tamiang Pusat Pertanian Organik

Antisipasi Gangguan Gajah, Petani Bergotong Royong Bangun Power Fencing

Pemerintah Turunkan Pajak Beli Mobil Baru, Indef: Prioritas Belanja Masyarakat Bukan Beli Mobil Baru

Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Kampung Hilir, Tapaktuan

VIRAL - Perempuan Berusia 30 Tahun tapi Belum Nikah, Satu Keluarga Doakan Cepat Bertemu Jodoh

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved