Breaking News:

Internasional

Salju Membekukan Rusia, Disebut Sebagai Selimut Kiamat

Hujan lebat salju telah mengubur Kota Moskow, Rusia dalam tumpukan salju yang sangat besar.

Reuters
Seorang pria berjalan menerobos tebalnya salju di Moskow, Rusia, Minggu (14/2/2021). 

SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Hujan lebat salju telah mengubur Kota Moskow, Rusia dalam tumpukan salju yang sangat besar.

Mengganggu transportasi, menunda penerbangan, dan menyulitkan pejalan kaki yang menantang angin kencang dan suhu minus 15 derajat Celcius.

Hujan salju mulai turun pada Kamis (11/2021) malam dan diperkirakan akan berakhir pada Minggu (14/2021).

Dilansir Reuters, Minggu (14/2/2021), Llayanan darurat Rusia menyarankan orang untuk menjauh pepohonan.

Juga memperingatkan hembusan angin dengan kecepatan 18 meter per detik (40 mph).

Baca juga: Pemain Ski Picu Longsoran Salju, Empat Orang Tewas di Utah

"Ini badai salju yang nyata, Armageddon salju, kiamat salju dan ini bukan peringatan latihan, tapi peringatan pertempuran," kata Evgeny Tishkovets dari layanan cuaca Fobos.

Pada Sabtu (13//2/2021) pagi, kedalaman salju di kota itu mencapai 56 sentimeter, kata Fobos.

Ini hampir melampaui rekor tertinggi 60 cm untuk akumulasi salju pada 13 Februari 2021, katanya.

Pada Jumat (12/2021), Moskow mengalami rekor hujan salju selama 12 Februari 2021.

Baca juga: Gara-gara Membersihkan Salju dengan Sekop, Tiga Orang Tewas Tertembak di Pennsylvania

Memecahkan rekor sebelumnya pada tahun 1973, kantor berita Rusia melaporkan mengutip layanan meteorologi nasional.

Ada beberapa penundaan penerbangan di bandara di Moskow, kota berpenduduk lebih dari 12 juta orang.

Tidak seperti biasanya di akhir pekan, lalu lintas macet di banyak tempat.

Sekitar 60.000 orang bekerja untuk membersihkan jalan, kata kantor walikota Moskow.(*)

Baca juga: Gurun Sahara dan Arab Saudi Hujan Salju, Ini Penjelasan NASA

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved