Breaking News:

Internasional

Trump Masih Mencengkeram Kuat Partai Republik, Dinilai Akan Bergerak ke Arah Lebih Berbahaya

Partai Republik masih menjadi milik sepenuhnya mantan Presiden AS Donald Trump. Dia dituduh memicu kerusuhan mematikan di US Capitol bulan lalu.

Editor: M Nur Pakar
AP
Donald Trump dan Petinggi Partai Republik di Capitol Hill pada 9 Januari 2021. 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Partai Republik masih menjadi milik sepenuhnya mantan Presiden AS Donald Trump.

Dia dituduh memicu kerusuhan mematikan di US Capitol bulan lalu.

Partai Republik berhasil gagalkan pemakzulan mantan presiden yang menghancurkan norma itu.

Seiring pada akhirnya, hanya tujuh dari 50 anggota Senat Partai Republik yang memilih untuk menghukum Trump.

Dalam persidangan pemakzulan kedua yang bersejarah pada Sabtu (13/2/2021).

Bagi pendukung setia Trump, pembebasan dari pemakzulan kedua tu menawarkan semacam pembenaran dan koneksi baru ke basis berapi-api mantan presiden itu.

Lolos dari Pemakzulan, Trump Siap Jalani Fase Lain, Sebagai Penyihir Terbesar Dunia

Dilansir Ap bagi antagonis Partai Republik menandai hal lain yang mengkhawatirkan bahwa partai tersebut bergerak lebih jauh ke arah yang berbahaya.

Pada akhirnya, resolusi persidangan pemakzulan memberikan kelegaan yang jelas dalam perpecahan di tubuh Partai Republik.

Harus dinavigasi oleh para pemimpin partai, pendonor, dan pemilih saat mencoba untuk merebut kembali kendali Kongres tahun depan dan merebut kembali Gedung Putih pada 2024.

Ketegangan itu terlihat segera setelah pemungutan suara.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved