Breaking News:

Berita Foto

FOTO - Polisi Myanmar Pakai Ketapel Untuk Halau Massa, Militer Ancam 20 Tahun Penjara Bagi Pendemo

Junta militer mengancam menjatuhkan hukuman kurungan dan denda bagi siapa pun yang melakukan penghasutan atau penghinaan terhadap pemimpin militer.

Editor: m anshar
FOTO - Polisi Myanmar Pakai Ketapel Untuk Halau Massa, Militer Ancam 20 Tahun Penjara Bagi Pendemo - polisi-menangkap-seorang-pengunjuk-rasa.jpg
STR/AFP
Polisi menangkap seorang pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay, Senin 15 Februari 2021.
FOTO - Polisi Myanmar Pakai Ketapel Untuk Halau Massa, Militer Ancam 20 Tahun Penjara Bagi Pendemo - seorang-petugas-polisi-menggunakan-ketape.jpg
STR/AFP
Seorang petugas polisi menggunakan ketapel saat pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay, Senin 15 Februari 2021.
FOTO - Polisi Myanmar Pakai Ketapel Untuk Halau Massa, Militer Ancam 20 Tahun Penjara Bagi Pendemo - tentara-membawa-senjata-selama-bentrokan.jpg
STR/AFP
Tentara membawa senjata selama bentrokan dengan pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay, Senin 15 Februari 2021.
FOTO - Polisi Myanmar Pakai Ketapel Untuk Halau Massa, Militer Ancam 20 Tahun Penjara Bagi Pendemo - para-pengunjuk-rasa-memberi-hormat.jpg
Sai Aung Main / AFP
Para pengunjuk rasa memberi hormat tiga kali selama demonstrasi menentang kudeta militer di depan kantor Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) di Yangon, Senin 15 Februari 2021.
FOTO - Polisi Myanmar Pakai Ketapel Untuk Halau Massa, Militer Ancam 20 Tahun Penjara Bagi Pendemo - seorang-tentara-berjaga-243.jpg
Sai Aung Main / AFP
Seorang tentara berjaga di samping pengunjuk rasa selama demonstrasi menentang kudeta militer di luar Bank Sentral Myanmar di Yangon, Senin 15 Februari 2021.
FOTO - Polisi Myanmar Pakai Ketapel Untuk Halau Massa, Militer Ancam 20 Tahun Penjara Bagi Pendemo - seorang-tentara-menghapus-tanda-protes.jpg
Sai Aung Main / AFP
Seorang tentara menghapus tanda protes yang mengecam kudeta militer yang ditempelkan di kendaraan lapis baja di luar Bank Sentral Myanmar di Yangon, Senin 15 Februari 2021.
FOTO - Polisi Myanmar Pakai Ketapel Untuk Halau Massa, Militer Ancam 20 Tahun Penjara Bagi Pendemo - seorang-pelajar-ditangkap.jpg
STR/AFP
Seorang pelajar yang ditangkap karena ikut serta dalam demonstrasi menentang kudeta militer, dipeluk oleh seorang anggota keluarganya setelah dibebaskan dari penjara di Naypyidaw, Senin 15 Februari 2021.
FOTO - Polisi Myanmar Pakai Ketapel Untuk Halau Massa, Militer Ancam 20 Tahun Penjara Bagi Pendemo - dibebaskan-dari-penjara.jpg
STR/AFP
Anggota keluarga memegang seorang siswa, yang telah ditangkap karena ikut serta dalam demonstrasi menentang kudeta militer, setelah dia dibebaskan dari penjara di Naypyidaw, Senin 15 Februari 2021.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, rakyat Myanmar panik dan khawatir setelah muncul kabar bahwa militer mengerahkan para preman untuk menciptakan kerusuhan.

Para preman tersebut diduga bekerja untuk militer dan berencana melakukan pembakaran, perampokan, dan merancuni sumur milik umum sebagaimana dilansir dari Arab News, Sabtu (13/2/2021).

Baca juga: HAM PBB Serukan Sanksi Keras ke Pemimpin Kudeta Militer Myanmar

Rakyat Myanmar juga semakin waswas setelah junta militer membebaskan 23.000 tahanan pada Jumat (12/2/2021) melalui amnesti.

Salah satu warga Hlaing di Yangon, Aye Kyu (54) mengatakan bahwa dia dan tetangganya berjaga-jaga di wilayah tempat tinggalnya setiap malam. Mereka mulai meronda sejak Jumat ketika junta militer membebaskan lebih dari 23.000 tahanan.

"Itu sangat mirip dengan situasi hanya beberapa hari sebelum penumpasan brutal militer terhadap pengunjuk rasa pada 1988," kata Aye kepada Arab News.

Baca juga: Fakta Demonstran Wanita Ditembak di Kepala Saat Demo Myanmar, Siapa yang Melepaskan Tembakan?

Dia menambahkan, kala itu junta militer juga mengerahkan para preman untuk menciptakan kerusuhan dan kekacauan.

“Mereka sekarang membutuhkan alasan untuk menindak kami. Jadi mereka menciptakan situasi kacau dengan membuat orang merasa tidak aman dan merespons dengan panik,” imbuh Aye.

Berikut foto-foto demonstrasi warga Myanmar:

Polisi menangkap seorang pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay, Senin 15 Februari 2021.
Polisi menangkap seorang pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay, Senin 15 Februari 2021. (STR/AFP)

Baca juga: Jatuhkan Penguasa Militer Hasil Kudeta, Rakyat Myanmar Serukan Boikot Seluruh Instansi Publik

Seorang petugas polisi menggunakan ketapel saat pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay, Senin 15 Februari 2021.
Seorang petugas polisi menggunakan ketapel saat pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay, Senin 15 Februari 2021. (STR/AFP)

Baca juga: Dulu Tega Membantai, Militer Myanmar Kini Dekati Muslim Rohingya Setelah Lakukan Kudeta

Tentara membawa senjata selama bentrokan dengan pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay, Senin 15 Februari 2021.
Tentara membawa senjata selama bentrokan dengan pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang kudeta militer di Mandalay, Senin 15 Februari 2021. (STR/AFP)

Baca juga: AS Akan Menjatuhkan Sanksi Kepada Pemimpin Militer Myanmar dan Anggota Keluarganya

Para pengunjuk rasa memberi hormat tiga kali selama demonstrasi menentang kudeta militer di depan kantor Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) di Yangon, Senin 15 Februari 2021.
Para pengunjuk rasa memberi hormat tiga kali selama demonstrasi menentang kudeta militer di depan kantor Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) di Yangon, Senin 15 Februari 2021. (Sai Aung Main / AFP)

Baca juga: Ribuan Warga Myanmar Berkumpul di Tokyo, Menentang Kudeta Militer di Negaranya

Seorang tentara berjaga di samping pengunjuk rasa  selama demonstrasi menentang kudeta militer di luar Bank Sentral Myanmar di Yangon, Senin 15 Februari 2021.
Seorang tentara berjaga di samping pengunjuk rasa selama demonstrasi menentang kudeta militer di luar Bank Sentral Myanmar di Yangon, Senin 15 Februari 2021. (Sai Aung Main / AFP)

Baca juga: Jutaan Rakyat Myanmar Berani Turun ke Jalan Protes Aksi Kudeta, Penguasa Militer Tak Menyangka

Seorang tentara menghapus tanda protes yang mengecam kudeta militer yang ditempelkan di kendaraan lapis baja di luar Bank Sentral Myanmar di Yangon, Senin 15 Februari 2021.
Seorang tentara menghapus tanda protes yang mengecam kudeta militer yang ditempelkan di kendaraan lapis baja di luar Bank Sentral Myanmar di Yangon, Senin 15 Februari 2021. (Sai Aung Main / AFP)

Baca juga: Sempat Diblokir, Akses Internet di Myanmar Kembali Pulih

Seorang pelajar  yang ditangkap karena ikut serta dalam demonstrasi menentang kudeta militer, dipeluk oleh seorang anggota keluarganya setelah dibebaskan dari penjara di Naypyidaw, Senin 15 Februari 2021.
Seorang pelajar yang ditangkap karena ikut serta dalam demonstrasi menentang kudeta militer, dipeluk oleh seorang anggota keluarganya setelah dibebaskan dari penjara di Naypyidaw, Senin 15 Februari 2021. (STR/AFP)

Baca juga: VIDEO - Ribuan Pengunjuk Rasa Turun ke Jalan Menentang Kudeta Militer Myanmar

Anggota keluarga memegang seorang siswa, yang telah ditangkap karena ikut serta dalam demonstrasi menentang kudeta militer, setelah dia dibebaskan dari penjara di Naypyidaw, Senin 15 Februari 2021.
Anggota keluarga memegang seorang siswa, yang telah ditangkap karena ikut serta dalam demonstrasi menentang kudeta militer, setelah dia dibebaskan dari penjara di Naypyidaw, Senin 15 Februari 2021. (STR/AFP)

Baca juga: Polisi Myanmar Bubarkan Demonstran dengan Kekerasan, Satu Kritis, Empat Terluka

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Nekat Demo, Militer Myanmar Ancam Demonstran Hukuman 20 Tahun Penjara", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2021/02/15/171309170/jika-nekat-demo-militer-myanmar-ancam-demonstran-hukuman-20-tahun-penjara?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved