Breaking News:

Berita Bener Meriah

Jadi Nilai Tambah Ekonomi, Lebah Madu Tingkatkan Produktivitas Kopi Petani Gayo

Kehadiran lebah madu pada perkebunan kopi mampu mendorong peningkatan produktivitas kopi sebesar 20-30 persen. Di samping perannya sebagai penyerbuk..

For Serambinews.com
Peserta menunjukkan madu sebagai hasil dari teknik proses pemindahan lebah di sekitar perkebunan ke kotak lebah, Minggu (15/2/2021). 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Kehadiran lebah madu pada perkebunan kopi mampu mendorong peningkatan produktivitas kopi sebesar 20-30 persen. Di samping perannya sebagai penyerbuk, madu yang dihasilkan juga akan menjadi nilai tambah ekonomi bagi keluarga petani.

Hal itu terungkap dalam pelatihan budidaya lebah madu berbasis pertanian kopi yang digelar di Kampung Wer Tingkem, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, Minggu (14/12/2021). Kegiatan tersebut diinisiasi oleh PT Stovia Garuda Yaksa (SVGY) dengan dukungan Koperasi Permata Gayo dan Rainforest Alliance.

“Lebah madu memberi peran besar dalam proses pembuahan kopi. Sementara madunya sendiri bisa menjadi tambahan pendapatan bagi petani. Madu yang bersumber dari kopi juga memiliki nilai yang lebih tinggi, sangat baik untuk kesehatan,” kata fasilitator kegiatan dari Boemi Madu Medan, Ahmad Azhari.

Selain itu juga madu kopi mempunyai khasiat khusus antara lain mengatasi insomnia, mengatasi gelisah dan stress dan memperlancar sirkulasi darah.

Azhari menjelaskan, konsep perkebunan terintegrasi atau terpadu merupakan salah satu solusi bagi peningkatan ekonomi petani dan akan mendorong petani untuk menerapkan pola perawatan berbasis organik pada kebunnya. “Kebun organik lebih disukai oleh lebah. Kalau tidak, maka dia akan pindah,” ujarnya.

Baca juga: Calon Dokter Gigi yang Cantik Ini Miliki Hobi Unik, Selalu Gendong Monyet Saat Nongkrong di Kafe

Baca juga: Safrizal ZA, Mantan Lurah di Lhokseumawe Itu Kini Dilantik Menjadi Pj Gubernur Kalimantan Selatan

Disebutkan, dalam hubungan saling menguntungkan pada ekosistem, tanaman kopi menyediakan nektar dan polen sebagai pakan lebah guna menghasilkan madu berkualitas, sementara lebah berfungsi proses penyerbukan untuk meningkatkan produktivitas kopi.

“Lebah yang dibudidayakan adalah jenis apis cerana, karena spesies ini yang dominan terdapat di perkebunan kopi, produktif dan mudah diternakkan,” ungkapnya.

Di samping pemaparan materi dan tanya jawab, peserta juga dilatih cara membuat kotak lebah, teknik pemanenan dan teknik proses pemindahan lebah di sekitar perkebunan ke kotak lebah.

Sementara itu, Direktur Utama PT SVGY, Bella Fajar Ramadhan, didampingi Direktur, Husor Boy Dabutar, usai pelatihan mengatakan, perkebunan terintegrasi merupakan salah satu pilihan baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani kopi.

Halaman
12
Penulis: Budi Fatria
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved