Breaking News:

Berita Gayo Lues

Kapolres Gayo Lues Imbau Masyarakat tak Membakar Hutan dan Lahan Pertanian, Ini Bentuk Sanksinya

Kapolres Gayo Lues (Galus) imbauan masyarakat di kabupaten tersebut melalui para Penghulu (Keuchik) dan melalui kegiatan sosialisasi yang...

For Serambinews.com
Kapolres Gayo Lues, AKBP Charlie Syahputra Bustamam. 

Laporan: Rasidan|Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Kapolres Gayo Lues (Galus) mengimbau masyarakat di kabupaten tersebut melalui para penghulu (Keuchik) dan melalui kegiatan sosialisasi yang digencarkan agar masyarakat tidak membakar hutan dan lahan terutama pada saat ini yang sedang berlangsung kemarau panjang dan kekeringan dalam beberapa hari terakhir ini.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambinews.com, kebakaran lahan dan hutan dalam tiga hari terakhir ini terjadi di beberapa titik di kabupaten itu, bahkan kebakaran tersebut terjadi dominan di kecamatan Terangun dan di sejumlah kecamatan lainnya.

Kapolres Galus AKBP Charlie Syahputra Bustamam, kepada Serambinews.com, Selasa (16/2/2021) mengatakan, warga diimbau agar tidak membakar hutan dengan sembarangan, karena para pelakunya dapat dijerat dengan undang-undang dan dikenakan sanksi pidana berupa kurungan penjara dan denda.

Lanjutnya, begitu juga halnya kepada masyarakat diminta agar tidak membersihkan lahan pertanian atau kebun dengan cara di bakar terutama disaat kemarau panjang yang sedang melanda kabupaten tersebut. 

Di samping itu juga masyarakat diimbau agar tidak membuang puntung rokok sembarang, karena dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang sedang mengalami kekeringan tersebut.

"Dalam beberapa hari terakhir kebakaran hutan dan lahan terjadi di kabupaten itu seperti di Kecamatan Terangun dan kecamatan lainnya, bahkan kemarin, Senin (15/2/2021) kebakaran lahan itu juga terjadi di wilayah kecamatan Blangkejeren,"sebutnya.

Kapolres mengatakan, imbauan tersebut disampaikan melalui para Penghulu di masing-masing desanya kepada masyarakat tersebut, selain itu imbauan disampaikan dan digencarkan melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat oleh personel Polres Galus.

"Saat ini sangat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena cuaca sedang mengalami kekeringan, sehingga selain masyarakat  diimbau, para personel Polres Galus terus melakukan patroli keliling untuk memantau munculnya titik api dengan berkoordinasi dengan unsur Muspika lainnya," sebutnya.(*)

Baca juga: Jalani Operasi Biopsi Kanker Prostat, Kak Seto : Tiba-Tiba Badan Saya Ambruk dan Badan Meriang

Baca juga: TNI Posramil Babul Makmur Bantu Petani Budidaya Bawang Merah

Baca juga: Khabib Nurmagomedov Sangat Yakin, Kamaru Usman akan Berjaya Hingga 2023

Penulis: Rasidan
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved