Breaking News:

Berita Banda Aceh

Pengamat: Aceh Miskin Karena Salah Kebijakan

Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman ST MKes, mengatakan, Aceh miskin karena salah kebijakan

www.serambitv.com
Rumah tua berkontruksi kayu ini adalah milik keluarga M Said (70) dan Safawan (60), warga Desa Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. 

Laporan Asnawi Luwi |Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman ST MKes, mengatakan, Aceh miskin karena salah kebijakan.

"Jumlah masyarakat miskin seperti dilansir oleh BPS Aceh pada Maret 2020, yaitu 14.99 persen dan meningkat tajam menjadi termiskin di Sumatera pada September 2020 atau mencapai 15.43 persen," ujar Dr Nasrul Zaman dalam rilisnya kepada Serambinews.com, Selasa (16/2/2021).

Kata Nasrul Zaman, secara umum semua provinsi angka kemiskinan meningkat tajam, namun Aceh telah menyalib Bengkulu yang pada mulanya daerah termiskin di Sumatera.

Baca juga: Nasib Nek Sahan yang Hidup Sebatang Kara di Pidie Jaya

Hal itu tidaklah mengherankan karena sejak awal banyak pengamat sudah mengingatkan pemerintah Aceh tentang begitu buruknya pola penanganan Covid-19 dan antisipasi dampaknya.

Dalam tiga aksi besar penanganan Covid-19, yaitu soal layanan kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi mikro.

Semua aksi besar tersebut tidak mampu dilakukan secara paralel dan sinergis oleh pemerintah aceh.

Misalnya hasil recofusing yang cukup besar sejumlah Rp 1,7 Triliun.

Dana sebanyak itu tidak mampu digunakan secara tepat dalam penanganan ketiga aksi besar penanganan covid-19 (kesehatan akibat covid-19, social safety net, economic recovery) tahun 2020 di Aceh.

Dampaknya kemudian adalah SILPA Aceh 2020 yang mencapai Rp 2 trilliun lebih juga mengindikasikan penyebab meningkatnya angka kemiskinan di Aceh.

Baca juga: Usai Malam Pernikahan, Bagian Tubuh Pria Ini Tak Berfungsi, Pengantin Wanita Gugat Cerai Suaminya

Karena penggerak utama roda ekonomi di Aceh bukanlah UMKM atau sektor lainnya tapi adalah disburse APBK setiap tahunnya.

Secara langsung meningkatnya angka kemiskinan Aceh menjadi terburuk di sumatera sepenuhnya akibat manejemen kepemimpinan daerah yang lemah.

Karena tak mampu mengelola semua sumber daya dan potensi yang ada untuk digunakan menjadi pendorong kesejahteraan perekonomian rakyatnya.(*)

Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman ST Mkes.
Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman ST Mkes. (hand over dokumen pribadi)

Baca juga: Setelah Divaksin Covid-19, Maulana Alami Mati Rasa Pada Kaki, Nyeri Sendi, Pusing Hingga Mual

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved