Breaking News:

Berita Aceh Utara

Dituntut Jaksa Enam Tahun, Hakim Hukum Seorang Keuchik di Aceh Utara Delapan Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara menghukum Keuchik nonaktif Pulo Kitou Kecamatan Meurah....

For Serambinews.com
Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara berada di Desa Meunasah Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara menghukum Keuchik nonaktif Pulo Kitou Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara M Yusuf Doni yang terlibat dalam kasus pembacokan warganya dengan hukuman delapan tahun penjara. Vonis itu dibacakan dalam sidang pamungkas kasus tersebut yang diadakan secara virtual, Rabu (17/2/2021).

Terdakwa tersentak ketika mendapat penjelasan dengan hukuman yang dijatuhkan hakim tersebut. Pasalnya, hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa lebih tinggi dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara. Pada sidang 28 Januari 2021, jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman enam tahun penjara.

Materia amar putusan tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim T Latiful SH didampingi dua hakim anggota Janita SH dan Annisa Sitawati SH, di ruang sidang cakra, dihadiri pengacara terdakwa Taufik M Noer SH. Sedangkan terdakwa mengikuti sidang tersebut di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mulyadi SH, mengikuti sidang tersebut di Kantor Kejari Aceh Utara yang berada di Desa Alue Buket Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Diberitakan sebelumnya, Keuchik Pulo Kitou, pada 29 Agustus 2020, menyerahkan diri ke Mapolsek Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara setelah membacok warganya, Zulkarnaini (34)  di lintasan line pipa, kawasan Desa Ujong Reuba Kecamatan Meurah Mulia.

Lalu M Yusuf Doni dijemput delapan personel Polres Lhokseumawe dari Mapolsek Meurah Mulia untuk diamankan ke Mapolres Lhokseumawe guna menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan korban saat itu langsung dibawa ke RSU Cut Meutia Aceh Utara untuk mendapat perawatan medis.

Dalam sidang pamungkas tersebut hakim menguraikan kronologis kejadian kasus pembacokan tersebut. Selain itu, juga keterangan saksi yang sudah dimintai keterangan sebelumnya. Menurut Hakim perbuatan terdakwa tersebut melanggar Pasal 338 ayat (2) juncto Pasal 53 KUHPidana, tentang percobaan pembunuhan.

Karena itu hakim menjatuhkan hukuman dengan penjara selama delapan tahun, dikurangi dengan masa tahanan yang sudah dijalani.(*)

Baca juga: Di Gampong, RFR Dikenal Sebagai Warga tak Bermasalah dan Berprofesi Sebagai Mekanik di Bengkel

Baca juga: Ibrahim Ahmad Resmi Jabat Sekdakab Bireuen, Begini Suasana Lepas Sambut dengan Ir Zulkifli

Baca juga: Tidak Hanya Mahir Merangkai Senjata Api, RFR Pernah Merakit Drone Tanpa Baterai Hingga Bisa Terbang

Penulis: Jafaruddin
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved