Breaking News:

Terdakwa Dituntut 20 Tahun Penjara, Rencanakan Pembunuhan Azhar

Nurhadi alias Ardi (30) warga Sungaikuruk II, Seruway, Aceh Tamiang dituntut penjara 20 tahun dalam persidangan di PN Kualasimpang

DOK POLRES
Layar raksasa di Satreskim Polres Aceh Tamiang difungsikan menjadi media pelimpahan tahap kedua online. Sistem online ini akan dilanjutkan hingga proses persidangan di PN Kualasimpang. 

KUALASIMPANG – Nurhadi alias Ardi (30) warga Sungaikuruk II, Seruway, Aceh Tamiang dituntut penjara 20 tahun dalam persidangan di PN Kualasimpang.

Materi tuntutan ini sudah disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mariono di hadapan majelis hakim dalam persidangan yang dilangsungkan secara virtual, Selasa (8/2/2021).

Sementara dalam sidang lanjutan dengan agenda pleidoi pada Selasa (16/2/2021), dijelaskan kembali kalau tuntutan 20 tahun penjara ini sudah sesuai dengan Pasal 340 KUHPidana. Jaksa bersikeras pembunuhan yang dilakukan Nurhadi terhadap Azhar pada 27 Oktober 2020 dilakukan dengan sengaja dan terencana.

Dugaan ini disampaikan jaksa berdasarkan fakta persidangan yang didukung keterangan saksi dan barang bukti. Diketahui selang 30 menit sebelum mengeksekusi korban, Nurhadi sudah lebih dahulu menyiapkan pisau dapur yang diselipkan di pinggangnya.

Pisau ini dibawa terdakwa ketika akan pergi bersama istri dan anaknya, ke rumah mertua di Kampung Payaudang, Seruway.  “Saat terdakwa bermaksud ke rumah mertua di Payaudang, Seruway, terlebih dahulu mengambi pisau yang dibaut kertas, disimpn di pinggang kiri,” kata Mariono dalam  mengajak saksi Salbiah ikut, dan anaknya naik sepmor.

Dalam perjalanan, terdakwa yang mengendarai sepeda motor berpapasan dengan korban yang juga mengendarai sepmor. Keduanya sempat terlibat adu mulut sebelum akhirnya terdakwa menusuk korban hingga tewas di tempat. “Dengan kesimpulan penyebab kematian karena kehilangan banyak darah dan trauma tajam di bagian dada kanan,” lanjut Mariono.

Diungkapkan kemarahan terdakwa disebabkan rasa curiganya terhadap korban yang memiliki hubungan khusus dengan istrinya. “Hal yang meberatkan aksi terdakwa dilakukan secara sadis, sedangkan yang meringankan tedakwa belum pernah dihukum serta menyesali perbutannya dan terbuka di persidangan,” lanjut Mariono.

Majalis hakim yang diketuai Desca Wisnubrata menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda putusan.

Nurhadi alias Ardi (30), terdakwa yang dituntut 20 tahun pernjara di PN Kualasimpang terkait pembunuhan disebut memiliki riwayat kejiwaan.

Bukti berupa surat dari rumah sakit ini pun telah dihadirkan tim kuasa hukum kepada majelis hakim saat membacakan pleidoi, Selasa (16/2/2021). “Ada surat dari rumah sakit yang menyatakan terdakwa memiliki rekam medik dirawat karena kejiwaan,” kata kuasa hukum Nurhadi, Suryawati.

Suryawati berharap majelis hakim yang diketuai Desca Wisnubrata menjadikan fakta ini sebagai pertimbangan untuk meringankan hukuman kliennya.

Meski begitu, Suryawati menegaskan pihak keluarga bukan meminta terdakwa dibebaskan dari tuduhan pembunuhan. “Pihak keluarga justru mendukung terdakwa dihukum, biar menjadi pelajaran dan ada hikmah terbaik. Tapi kalau bisa memohon, masa hukumannya diringankan lagi,” kata Suryawati.

Terdakwa sendiri secara khusus berpesan kepada Suryawati dirinya sangat menyesal dan berharap bisa kembali berkumpul dengan keluarga. “Satu hal yang ingin dilakukannya selepasa bebas, menyantuni anak yatim secara rutin,” ungkap Suryawati. (mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved