Breaking News:

Investasi Galian C Tuai Pro Kontra

Perusahaan asal Bandung, PT Indonesia Huahui Internasional (IHI) Group merencanakan investasi di Nagan Raya

Editor: bakri

SUKA MAKMUE - Perusahaan asal Bandung, PT Indonesia Huahui Internasional (IHI) Group merencanakan investasi di Nagan Raya. Investasi yang akan dilakukan berupa penambangan pasir (galian C) di Krueng Tripa dalam kawasan Kecamatan Tripa Makmur dan Darul Makmur. Namun, dalam presentasi di Aula Bappeda Nagan Raya, Rabu (17/2/2021), rencana tersebut menuai pro dan kontra dari masyarakat.

Hadir dalam pertemuan itu Sekda Ardimartha, Kepala Bappeda T Kamaruddin, Kadis Penanamanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pindu T Raja Pahlawan, Asisten II Setdakab Amran Yunus, dan sejumlah kepala dinas. Selain itu juga hadir Ketua Komisi III DPRK Zulkarnain dan Anggota DPRK Sulaiman TA, serta 14 keuchik dari Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT IHI Group, Heru Sudrajat Raharjo didampingi Direktur Samsul Bahri dan Direktur Cabang Aceh Faisal Rizal, menyampaikan rencana investasi di sektor galian c di hadapan Pemkab Nagan Raya dan perwakilan masyarakat. "Masih rencana. Kami masih menjajaki," kata Heru. Pihaknya terlebih dulu akan mengurus semua kelengkapan agar kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Namun dalam pertemuan itu sempat terjadi pro kontra. Sejumlah pejabat menyatakan dukungan asalkan kehadiran perusahaan benar-benar bermanfaat. Namun, sejumlah aparatur desa menolak kehadiran perusahaan tersebut karena daerah mereka langganan banjir. Hadirnya usaha penambangan pasir justru akan membuat desa mereka rawan longsor.

Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya, Zulkarnain sempat mempertanyakan mengapa perusahaan tersebut tertarik untuk menambang pasir di Krueng Tripa. Sebab selama ini tidak ada yang pernah menambang di sana. Apalagi daerah itu merupakan langganan banjir.

Sementara Sekda Nagan Raya, Ardimartha mengatakan, presentasi perusahaan ini masih tahap awal, dan sejauh ini belum ada izin yang dikeluarkan oleh Pemkab terkait usaha tersebut. "Jadi pertemuan ini guna mendengarkan rencana investasi di Nagan Raya," jelasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Serambi, desa yang masuk dalam rencana investasi tambang tanah pasir di Kecamatan Tripa Makmur meliputi Babah Lueng, Lueng Keube Jagat, Drien Tujoh, Kabu, Pasi Keume Dom, Neubokye Peutua Kadam, Neubokye Peutua Puteh, Mon Dua, Ujong Krueng, dan Panton Pange. Sedangkan di Kecamatan Darul Makmur meliputi Gelanggang Gajah, Kaye Unoe, Kuta Trieng, dan Lamie.

Sementara itu, Direktur PT IHI Cabang Aceh, Faisal Rizal menyatakan, mereka akan menjalankan semua aturan yang berlaku jika investasi tersebut diterima di Nagan Raya. Pihaknya berencana akan mengeruk sekitar 9,6 juta meter kubik pasir batu dalam waktu 2 tahun. "Kenapa di Krueng Tripa? Karena dari foto udara tampak potensi pasir di sungai tersebut terbanyak. Jadi bahan tersebut dapat digunakan untuk sejumlah keperluan," katanya.(riz)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved