Breaking News:

Korupsi

Kejari Aceh Tamiang Tingkatkan Kasus Jalan Poros Marlempang ke Penyidikan

Dijelaskannya pengusutan awal kasus ini berdasarkan temuan BPK tentang kerugian negara yang mengakibatkan kelebihan bayar.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/RAHMAD WIGUNA
Kasipidsus Kejari Aceh Tamiang Reza Rahim saat menyampaikan kelanjutan kasus jalan poros Marlempang yang ditingkatkan ke penyidikan, Kamis (18/2/2021). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kejari Aceh Tamiang meningkat kasus pemeriksaan proyek pembangunan jalan di Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang ke tingkat penyidikan.

Kasipidus Kejari Aceh Tamiang Reza Rahim menegaskan peningkatan status ini resmi dilakukan pada Kamis (18/2/2021).

“Hari ini baru saja kita tingkatkan perkara kasus pembangunan jalan poros Marlempang ke tingkat penyidikan,” kata Reza dalam konferensi pers di ruang kerjanya.

Dijelaskannya pengusutan awal kasus ini berdasarkan temuan BPK tentang kerugian negara yang mengakibatkan kelebihan bayar.

Namun uang kelebihan bayar ini baru dikembalikan setelah jaksa memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dalam proyek ini.

Penyuluh Pertanian di Aceh Singkil Dilatih Teknik Berkebun Kelapa Sawit Berkelanjutan

Selama Pelarian, Mantan Datok Rantaubintang Ternyata jadi Montir di Medan

VIRAL Video Istri Sah Labrak Pegawai Bank Diduga Pelakor, Ternyata Sudah Nikah Siri

Dia mengatakan dugaan pelanggaran hukum pada kasus ini juga berpotensi ditemukan pada mutu aspal. Dalam waktu dekat, tim penyidik akan menghadirkan ahli untuk melakukan uji aspal yang menganggarkan biaya Rp 6,6 miliar.

Menurutnya bila mutu aspal tidak sesuai, maka potensi tersangka bisa lebih luas dan mengarah ke pengawas hingga kuasa pengguna anggaran (KPA).

“Kalau mutu jelek, berarti ada pemalsuan administrasi proyek. Pasti ada kerja sama antara pengawas, PPTK, KPA atau PA-nya,” kata Reza.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved