Breaking News:

Mahasiswa USK Berjaya di Kancah Internasional

Muhammad Iqhrammullah kembali mencetak prestasi menakjubkan. Mahasiswa program Doktor Matematika dan Aplikasi Sains

Foto Unsyiah.ac.id
Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 

BANDA ACEH - Muhammad Iqhrammullah kembali mencetak prestasi menakjubkan. Mahasiswa program Doktor Matematika dan Aplikasi Sains Universitas Syiah Kuala (USK) ini berhasil menjadi juara kedua di ajang internasional bernama Opportunity Desk Impact Challenge (ODIC) 2021. Hasil event tersebut diumumkan pada Selasa (9/2/2021).

ODIC adalah kompetisi yang diadakan oleh Opportunity Desk (platform penyedia informasi beasiswa, hibah, kompetisi) bekerja sama dengan lembaga internasional lainnya yakni Vantage Migration, Momentswithbren, Cynthia Untamed, Studentshubgh, Young Transformers and Transcriativa. Tahun ini, ODIC diikuti oleh ratusan pemuda di bawah 30 tahun yang berasal dari berbagai negara untuk memperebutkan total hadiah 1.000 dolar AS dan program mini-MBA course di Belanda.

Iqhram--sapaan akrab Muhammad Iqhram--yang memang selalu aktif mengikuti berbagai kompetisi, sejak awal sangat tertarik mengikuti kegiatan tersebut. “Kompetisi ini dimulai dengan seleksi administrasi melalui esai dan video yang menjelaskan kegiatan apa saja yang sudah kami lakukan, khususnya kegiatan yang memberikan dampak ke masyarakat,” ujar Iqhram, seperti disampaikan Kepala Humas USK, Chairil Munawir MT SE MM, dalam siaran pers kepada Serambi, Rabu (17/2/2021).

Saat itu, sambung Iqhram, ia mengajukan penelitiannya terkait distribusi pencemaran logam merkuri di Aceh Jaya menggunakan konsep Citizen Science. “Dalam video yang saya buat, saya menjelaskan bahwa selama ini saya sudah menjalankan kegiatan pengabdian masyarakat di Aceh Jaya terkait isu pencemaran merkuri. Bersama dengan Prof Dr Ir Marlina Msi (almh), kami sempat mendapatkan hibah dari WWF Belanda untuk program tersebut,” jelasnya.

Penerima beasiswa Program Riset Unggulan-Percepatan Doktor USK, ini memaparkan, logam merkuri digunakan sebagai pelarut bebatuan dalam proses ekstraksi emas pada pertambangan masyarakat. Tidak adanya sistem pengelolaan limbah yang baik menyebabkan tingginya potensi pencemaran logam merkuri di Aceh Jaya. Saat itu, Iqhram dan tim mengusulkan program Citizen Science.

Citizen Science, kata Iqhram, merupakan suatu konsep baru dalam penelitian yang menempatkan masyarakat sebagai peneliti; tidak hanya sebagai objek penelitian. Dengan demikian, masyakarat akan terberdayakan dan memiliki rasa kepemilikan (sense of belonging) yang lebih tinggi. Dalam program pengabdian ini, Iqhram dan tim mengajak masyarakat untuk melakukan sampling pada titik-titik yang diduga tercemar merkuri. Hasil analisis laboratorium kemudian didesiminasikan kembali pada masyarakat dan diikuti dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Dari kriteria penilaian yang meliputi inovasi, dampak dari projek yang dilakukan, dan keberlanjutan dari projek, pada pengumuman kemenangan di awal Februari lalu, Iqhram berhasil terpilih sebagai juara dua. Sementara itu, juara 1 diraih Stanley Anigbogu asal Nigeria yang mendirikan perusahaan akuisisi bakat berbasis teknologi yang menyiapkan para anak muda untuk menempuh kompetisi dunia karir. Sedangkan juara 3 diraih oleh Babatunde Bale yang juga asal Nigeria, yang merupaka pendiri sebuah organisasi nirbala yang bergerak di bidang kesehatan dan berfokus pada penurunan angka kebutaan di berbagai negara Afrika.

Selain menerima sejumlah uang tunai, Iqhram juga berkesempatan mengikuti Momentswithbren-OD Accelerator 2021 secara gratis. Ia juga berhak mendapatkan publikasi media eksklusif sebagai OD Young Person of the Month dan publikasi media eksklusif bersama Cynthia Untamed, Studentshubgh, Young Transformers, dan Transcriativa, serta bimbingan dan konsultasi bisnis bersama Transcriativa. (jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved