Breaking News:

Viral Medsos

Proyek Kilang Minyak Tuban Bikin Warga Jadi Kaya Mendadak, Dulunya Sempat Ditolak, Ini Alasannya

Penolakan itu pernah dilakukan oleh warga pada tahun 2019. Pada saat itu, warga menolak karena merasa belum cocok dengan harga yang ditawarkan untuk

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
surya.co.id/m sudarsono
Menhub Budi Karya Sumadi didampingi Dirut Pertamina Nicke Widyawati saat mengecek masterplane pembangunan pelabuhan kilang minyak GRR di Kecamatan Jenu, Tuban, Sabtu (30/11/2019). 

SERAMBINEWS.COM - Proyek pembangunan kilang minyak di Tuban yang melibatkan Pertamina dan Rosneft telah membuat ratusan warga di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu mendadak jadi new miliarder.

Status new miliarder ini diperoleh setelah mendapat hasil jual tanah pada Pertamina, untuk kebutuhan pembangunan kilang new grass root refinery (NGRR) yang disebut bakal jadi kilang berteknologi tercanggih di dunia.

Kisah new miliarder dari Tuban ini tekuak usai video yang menampilkan belasan mobil diantar menggunakan truk towing di jalan desa setempat, yang diunggah oleh akun TikTok @rizkii.02 pada Minggu 14 Februari 2021.

Kepala Desa (Kades) Sumurgeneng, Gihanto mengungkapkan, warga desanya memborong mobil usai mendapat ganti rugi pembebasan lahan untuk keperluan pembangunan kilang NGRR.

Bagaimana tidak, dari hasil penjualan tanahnya, seperti dibeberkan oleh Gihanto, Warga Sumurgeneng rata-rata mendapat uang Rp 8 miliar.

Bahkan ada yang kepemilikan lahannya seluas 4 hektar menerima hingga Rp 26 miliar.

Baca juga: Kisah Pembangunan Kilang Minyak Pertamina, Warga Tuban Beli Mobil, Aceh Utara Beli Motor

Baca juga: Warga Tuban Jadi Miliarder dan Beli Mobil Serentak, Ini Proyek Kilang Minyak Pertamina di Daerah Itu

Tapi siapa sangka, proyek usaha patungan Pertamina-Rosneft yang kini membuat warga Desa Sumurgeneng mendadak kaya rupanya sempat mendapat pertentangan.

Dikutip dari Kompas.com, penolakan itu pernah dilakukan oleh warga pada tahun 2019.

Pada saat itu, warga menolak karena merasa belum cocok dengan harga yang ditawarkan untuk pembebasan lahan.

Tapi, Pertamina akhirnya menenmpuh upaya konsinyasi melalui Pengadilan Negeri (PN) Tuban untuk mendapat lahan yang tersisa pada November 2020 lalu.

"Jadi kami melakukan upaya konsinyasi di PN Tuban kemarin," kata Koordinator Konsultan Pengadaan Tanah PT Pertamina M Triyono, seperti dikutip dari Surya.co.id.

Sementara itu, Wantono (40) yang merupakan warga setempat kepada Surya.co.id, Kamis (18/2/2021) mengungkapkan, bahwa dirinya dulu sempat menjadi salah satu yang menolak untuk melepas tanah.

Namun setelah adanya konsinyasi, pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu pun mengaku tak bisa menolak.

Baca juga: FAKTA Proyek Kilang Minyak GRR yang Bikin Warga di Tuban Kaya Mendadak, Tercanggih di Dunia

"Ya dulu menolak tegas, tapi kalau sudah konsinyasi sudah babak terakhir, kami tidak bisa menolak," kata Wantono (40) seperti dikutip dari Surya.co.id, Kamis (18/2/2021).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved