Breaking News:

Internasional

Joe Biden Batalkan Sanksi Donald Trump ke Iran, PBB Beri Dukungan

Pemerintahan AS pada Kamis (18/2/2021) membatalkan sanksi PBB terhadap Iran yang dijatuhkan oleh mantan Presiden Donald Trump

Editor: M Nur Pakar
AP
Presiden AS Joe Biden 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Pemerintahan AS pada Kamis (18/2/2021) membatalkan sanksi PBB terhadap Iran yang dijatuhkan oleh mantan Presiden Donald Trump

Sebuah pengumuman yang dapat membantu Washington bergabung kembali dengan perjanjian nuklir 2015 yang bertujuan mengekang program nuklir Republik Islam Iran.

Dilansir AP, Jumat (19/2/2021), Penjabat Duta Besar AS Richard Mills mengirim surat kepada Dewan Keamanan PBB atas nama Presiden AS Joe Biden.

Dimana, Amerika Serikat dengan ini menarik tiga surat dari pemerintahan Trump.

Berpuncak pada pengumuman 19 September 2020 bahwa Amerika Serikat telah memberlakukan kembali sanksi PBB ke Teheran.

Baca juga: Menhan AS Telepon Putra Mahkota Arab Saudi, Sesuai Diabaikan Oleh Presiden Joe Biden

Mills mengatakan dalam surat yang diperoleh The Associated Press (AP), tindakan sanksi dihentikan dalam resolusi dewan 2015 yang mendukung kesepakatan nuklir dengan enam negara besar.

Tetapi dipulihkan oleh Trump pada September 2020.

Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, atau JCPOA, pada 2018, menuduh Iran melakukan pelanggaran serius.

Biden mengatakan Amerika Serikat ingin bergabung kembali dengan pakta tersebut.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan akan menerima undangan dari Uni Eropa untuk menghadiri pertemuan para peserta dalam perjanjian awal, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, China dan Iran.

Baca juga: Iran Ancam Larang Pengawas Nuklir PBB Masuk Negaranya

Mayoritas anggota dewan yang beranggotakan 15 negara itu menyebut tindakan Trump ilegal, karena AS bukan lagi anggota JCPOA.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak akan mendukung pengenaan kembali sanksi terhadap Iran.

Dia mengatakan ada ketidakpastian yang dibuat oleh mantan menteri luar negeri Mike Pompeo telah memicu mekanisme "snapback".(*)

Baca juga: Joe Biden Akan Fokuskan Hubungan dengan Raja Salman, Putra Mahkota Arab Saudi Diabaikan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved