Berita Pidie Jaya
Musrenbang Tingkat Kecamatan Ditutup, Ini Tiga Sektor Utama yang Diprioritaskan
Pemkab Pidie Jaya memprioritaskan pembangunan pada tiga sektor utama dalam menjaga kemaslahatan masyarakat.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, resmi ditutup oleh Bupati Pidie Jaya (Pijay), H Aiyub Bin Abbas di aula Kecamatan Bandar Baru, Jumat (19/2/2021).
Sebelumnya pembukaan Musrenbang tingkat kecamatan diawali di Kecamatan Meurah Dua dan diteruskan ke beberapa kecamatan lainnya, yaitu, Meureudu, Ulim, Jangka Buya, Bandar Dua, da Panteraja, selama satu pekan lebih.
Dalam agenda hajatan itu turut melibatkan semua pihak mulai Wakil Bupati, H Said Mulyadi SE MSi, Sekda, Ir Jailani Beuramat MM, para Asisten, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Saiful Rasyid MPd, kepala Inspektorat, Drs Jamian MPd, serta para anggota dewan di empat Daerah Pemilihan (Dapil).
Bupati H Aiyub Bin Abbas kepada Serambinews.com Jumat (19/2/2021) mengatakan, pemerintah sangat menekankan bagi segenap masyarakat di setiap kecamatan masing agar senantiasa memprioritaskan pembangunan pada tiga sektor utama dalam menjaga kemaslahatan masyarakat.
"Yaitu, kesehatan, pendidikan dan pelayanan akses publik yang berupa jalan, jembatan, serta infrastruktur penting," sebutnya yang diamini Said Mulyadi.
Menurutnya, setiap pengusulan aspirasi warga maka semua pihak mesti menjadi acuan dalam Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) supaya dapat ditindaklanjuti pada Tahun 2022 dengan menitik beratkan pada tiga sektor utama pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik.
Diakui juga, semua staf telah menampung berbagai masukan usulan di delqpan kecamatan yang disampaikan oleh masing-masing camat di delapan kecamatan.
Baca juga: Istri Kapolda Aceh Launching Buku Foto Permata Tersembunyi di Ujung Sumatera
Baca juga: Per 19 Februari 2021, Ini Jumlah Nakes di Lhokseumawe yang sudah Divaksin Covid-19
Baca juga: Bupati Sumbang 100 Zak Semen Bangun Tempat Wudhu Mesjid Baitusyarif Darussa’adah
Baca juga: Gubernur Rekom Tiga Kebijakan Pendongkrak Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19
Namun beriringan dalam kondisi pandemi Covid-19 ini upaya menyahuti berbagai hajat rakyat juga mesti disahuti dengan bijak tanpa menafikan kepentingan pencegahan wabah Corona ini dengan mengedepan Protkes di tengah rakyat.
"Memang, banyak anggaran untuk infrastruktur terfokus ke sektor kesehatan dalam pemulihan kondisi Covid-19 ini namun, diharapakan pandemi yang lebih setahun kita rasakan dapat segera berakhir," jelasnya
Apalagi saat ini banyak kendala pembangunan yang dihadapi, salah satunya akibat lahan untuk mendukung pembangunan tidak diberikan oleh masyarakat.
Maka Kondisi ini memberikan dampak pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri. Dalam pembangunan juga harus memikirkan solidaritas wilayah. Seperti halnya contoh daerah Gampong Pusong yang merupakan wilayah Kabupaten Pidie yang berbatasan dengan Gampong Lancok Kecamatan Bandar Baru.
"Tapi dalam rangkaian aktifitas kesehariannya mereka lebih banyak berbelanja atau berobat kewilayah Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Tidak ada salahnya jalan yang menghubungkan Gp. Lancong dan Pusong kita Bangun dengan menggunakan APBK Pijay," ujarnya.
Kepala Bappeda Pijay, Saiful Rasyid MPd kepada Serambinews.com, Jumat (19/2/2021) mengatakan, dalam setiap pembangunan yang rencanakan pada dsar dapat mendongkrak ekonomi demi mensejahterakan masyarakat.
"Termasuk daoat melahirkan dampak besar dalam mengentas kemiskinan serta semua objek sasaran infrastruktur dapat dipertahankan dan dirawat sehingga dapat melahirkan mamfaat berkelanjutan," ungkapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ammmanat.jpg)